Awas! Ada Alarm Pengingat Jika Anda Melebihi Jam Berkunjung di Malioboro

Suasana di Jalan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (5/9/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
07 November 2021 06:37 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Wisatawan yang berkunjung di Malioboro kini tak dapat berlama-lama seperti dulu lagi demi mencegah penularan Covid-19. Wisatawan yang melebihi durasi kunjungan lebih dari dua jam akan mendapatkan alarm berbunyi lewat pesan masuk aplikasi Whatsapp di ponselnya.

Proses berkunjung ke Malioboro diperketat, semua wisatawan harus memindai barcode di pintu masuk melalui aplikasi Google Lens. Kemudian masuk ke lama sowanjogja.id dan harus mengisi nomor Whatsapp serta sertifikat vaksinasi. Lewat pengisian data inilah, pengunjung secara otomatis akan mendapatkan alarm pengingat lewat pesan WA ke ponselnya jika waktu berkunjung telah melebihi dua jam.

UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Jogja menyatakan rencana penggunaan aplikasi durasi pembatasan di kawasan Malioboro saat ini masih masuk dalam tahapan simulasi. Penyempurnaan dan evaluasi dari program itu nantinya akan dilihat secara berkelanjutan untuk diterapkan secara penuh di kawasan Malioboro.

BACA JUGA : Ingat! Berkunjung ke Malioboro Kini Maksimal 2 Jam

"Setelah evaluasi dan penyempurnaan, besok sore akan kami simulasikan lagi, dari hasil evaluasi dan penyempurnaan tersebut akan kita lihat optimalisasinya di lapangan seperti apa untuk kemudian diberlakukan," kata Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Jogja, Ekwanto, Sabtu (6/11/2021).

Dia mengatakan, simulasi penggunaan telah dilakukan beberapa kali meliputi durasi kunjungan bagi wisatawan selama dua jam dan durasi parkir selama tiga jam. Hal ini bertujuan untuk mengurangi adanya kerumunan dan penumpukan pengunjung hingga berpotensi pada penyebaran Covid-19.

"Kita lihat hasilnya nanti, artinya tidak langsung diterapkan, tetapi kita evaluasi lagi juga sambil melihat situasi di Malioboro seperti apa dengan PPKM level 2 ini apa masyarakat sudah patuh prokes atau masih terjadi kerumunan," ujar dia.

Ekwanto menambahkan, sejauh ini kunjungan dan pelaksanaan protokol kesehatan di Malioboro sudah berjalan sedemikian optimal. Meski begitu, dia mengakui bahwa satu dua pengunjung masih ada yang kadang kala melepas masker dan kumpul-kumpul dengan jumlah yang besar. Oleh karena itu, keberadaan petugas di lapangan akan selalu mengingatkan tentang pelaksanaan protokol kesehatan.

"Untuk pembatasan masih kita lakukan yang menurut zona sementara. Petugas Jogoboro dan juga Satgas Gumaton selalu patroli melihat keadaan dan situasi di Malioboro," ujarnya.

BACA JUGA : Malioboro Mulai Ramai Diserbu Pengunjung

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, pelaksanaan durasi kunjungan dan batas parkir bagi wisatawan dilakukan dalam rangka pengingat bahwa potensi sebaran Covid-19 masih ada di masyarakat. Aturan ini hendaknya disadari masyarakat sebagai inisiatif dari pemerintah demi menghindari lonjakan kasus di masa pelonggaran wisata.

"Ini kan respon untuk mengatur kegiatan wisata sekaligus memperkecil potensi yang terjadi sebaran," kata Heroe.

Secara teknis, pembatasan durasi kunjung sudah mulai diterapkan sejak bus wisata masuk melalui terminal Giwangan. Setelah mendapat stiker lolos skrining oleh petugas, wisatawan diberi waktu 3,5 jam untuk menikmati berbagai destinasi wisata di Kota Jogja.

"Makanya yang perlu diketahui adalah ketika masuk ke terminal Giwangan sudah diperbolehkan masuk, itu argo pembatasan maksimal 3,5 jam sudah mulai. Kita hitung itu setengah jam ke tempat parkir dan tiga jam wisata. Tapi kalau dia keluar dari terminal masih jalan kemana-mana dan habis durasi, maka tidak boleh masuk," terang dia.