Pemkot Jogja Selenggarakan Festival Kota Jogja 2021 di Embung Giwangan

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi dalam Festival Jogja Kota yang resmi dibuka pada Sabtu (6/11/2021) malam di Embung Giwangan. - Ist.
07 November 2021 10:27 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO - Penyelenggaran Festival Jogja Kota resmi dibuka pada Sabtu (6/11/2021) malam di Embung Giwangan. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong sekaligus sebagai penanda dimulainya serangkaian acara budaya yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kota Jogja tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Yetti Martanti mengatakan, Festival Jogja Kota 2021 menampilkan sebanyak 45 karya seni (artwork) dari 45 kelurahan di wilayah setempat. Selain itu, rangkaian kegiatan berupa acara budaya yang meliputi lomba cipta ilustrasi musik penguatan citra budaya Kota Jogja dan festival permainan rakyat serta pertunjukan seni dihadirkan.

"Melalui Festival Jogja Kota masyarakat juga diharapkan termotivasi untuk lebih mengapresiasi seni dan budaya yang ada di  Kota Jogja, sehingga proses pelestarian dan pengembangan kebudayaan semakin meningkat," katanya.

Yetti menjelaskan, lomba cipta ilustrasi musik merupakan kegiatan perlombaan hasil kreasi musik dari masyarakat. Sementara festival permainan rakyat merupakan festival permainan tradisional anak yang masih berkrembang di Kota Jogja. Festival ini sebagai bentuk pembinaan, pelestarian serta pengembangan kebudayaan khususnya permainan rakyat.

"Permainan rakyat merupakan salah satu aset budaya yang menjadi ciri khas kebudayaan suatu bangsa. Selain itu juga mengandung nilai-nilai pendidikan karakter. Melalui kegiatan ini, saya harapkan internalisasi nilai-nilai kebudayaan Jawa bisa dilaksanakan dengan maksimal," jelasnya.

Yetti menambahkan, kebudayaan merupakan produk dari peradaban manusia yang secara langsung membentuk karakter dan perilaku masyarakat didalamnya. Keberadaan Kota Jogja sebagai pusat berkembangnya kebudayaan Jawa di Pulau Jawa, tidak lepas dari upaya-upaya pelestarian dan pembinaan terhadap kebudayaan secara konsisten dan berkelanjutan.

"Masyarakat Kota Jogja sebagai subjek atau pelaku kebudayaan harus berkontribusi secara nyata dalam upaya pelestarian, pembinaan dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan. Kontribusi masyarakat sangat diperlukan dalam mendukung upaya pemajuan kebudayaan," ungkapnya.

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, penyelenggaran festival Jogja Kota merupakan salah satu bentuk wadah dalam proses pengembangan kegiatan seni dan budaya di wilayah setempat. Banyaknya event-event dan pekerja kreatif di wilayah setempat menandakan kerja-kerja seni dan budaya menjadi hidup dan perlu mendapat tempat sekaligus difasilitasi.

"Potensi masyarakat untuk tampil bersama dengan seniman yang ada di sini, adalah bentuk  internalisasi bagaimana seni dan budaya tumbuh di masyarakat dengan memperkuat budaya lokal dan dasar bagi semua kegiatan. Semoga kegiatan ini bisa memberikan semangat kepada seluruh seniman sehingga mampu mendorong kemajuan di Kota Jogja," katanya.

Kegiatan ini dimeriahkan berbagai pertunjukan seniman dan pekerja seni dari Kota Jogja. Diantaranya Singgih Sanjaya Orchestra Feat Om Wames, Satriya Ayodya Dance, Langen Carita, Bakiak Kreasi, Kroncong R Voice, Jathilan Urban feat DJ Pras, Voice AB, MC Battle Alit dan Trinil akan berkolaborasi dengan pemenang Lomba Pranatacara.