Malioboro Padat Manusia, Pemkot Jogja Kewalahan

Suasana di Jalan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (5/9/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
08 November 2021 18:27 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA– Dalam beberapa akhir pekan ini, Malioboro dipadati banyak pengunjung. Pengunjung berasal dari berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta sampai Banten. Pembatasan waktu kunjungan di Malioboro selama dua jam menggunakan aplikasi Sugeng Rawuh belum bisa maksimal.

Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, terjadi penumpukan atau antrean saat scan QR Code aplikasi ini. Banyak pengunjung yang baru mengunduh aplikasi Sugeng Rawuh saat hendak mengantre. “Agak kewalahan karena begitu membludak jumlah yang datang,” kata Heroe, Senin (8/11/2021). “Kami coba terapkan aplikasi Sugeng Rawuh, banyak problem termasuk antrean panjang, tidak bisa menampung semuanya.”

Ke depannya, Pemkot Jogja akan mengimbau pengunjung Malioboro mengunduh aplikasi ini sebelum turun dari kendaraan. Selain itu, evaluasi juga terdapat dalam sinkronisasi pembatasan pengunjung selama dua jam di Malioboro dan tiga jam di tempat parkir.

“Karena ini cara yang dibuat untuk mengurangi penumpukan, saya harapkan mulai besok sudah bisa lebih tertib atau paling tidak ada kemajuan [dalam penerapannya], agar di Malioboro bisa dipantau dan diingatkan habisnya jam kunjungan. Tujuannya mengurangi kapasitas maksimal yang ada di sana,” kata Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19.

BACA JUGA: Merapi Masih Bergejolak, Dalam 6 Jam Luncurkan Tujuh Kali Lava Pijar

Selain menerapkan aplikasi, Pemkot Jogja juga mengecek secara acak bukti vaksin dan antigen. Dari sekian banyak pengunjung di akhir pekan lalu, hanya ada delapan orang yang kedapatan belum vaksin. Delapan orang ini kemudian mendapat layanan vaksinasi di Malioboro. Sementara dari 15 orang yang disampel antigen, semuanya negatif. “Artinya moga-moga ini menjadi pola perilaku yang baru, kita berwisata, memberi jaminan sehat dan sudah bervaksin,” kata Heroe.

Paguyuban Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) mendukung penerapan aplikasi Sugeng Rawuh untuk mengatur kunjungan ke Malioboro. Menurut Koordinator PPMAY, KRT Karyanto PurboHusodo, PPMAY selalu siap bekerja sama dengan Pemkot Jogja. “Kami selalu mendukung langkah-langkah pemerintah dalam menjaga protokol kesehatan. Seluruh toko-toko di Malioboro dan A. Yani selalu menyediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan bagi semua konsumen pengujung toko-toko,” kata KRT Karyanto.