Merapi Masih Bergejolak, Dalam 6 Jam Luncurkan Tujuh Kali Lava Pijar

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
08 November 2021 16:07 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Aktivitas erupsi Gunung Merapi khususnya guguran lava pijar dalam beberapa hari terakhir cukup intens. Pada Senin (8/11/2021) teramati setidaknya tujuh guguran lava pijar sejauh maksimal 2 km. Selain itu juga terdengar tiga kali suara guguran.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan tujuh guguran lava pijar terjadi dalam periode pengamatan pukul 00.00 WIB-06.00 WIB. “Dengan jarak luncur maksimal 2 km, ke arah barat daya,” katanya.

Kemudian pada periode pengamatan pukul 06.00 WIB-12.00 WIB, tidak terlihat adanya guguran lava pijar, namun terdengar suara guguran sebanyak tiga kali dengan intensitas sedang. Pada periode pengamatan ini, cuaca di Gunung Merapi mendung dan hujan.

Adapun aktivitas kegempaan dalam dua periode pengamatan tersebut meliputi 92 gempa guguran, 18 gempa hembusan dan lima gempa fase banyak. Pada hari sebelumnya, Minggu (7/11/2021), terjadi cukup banyak guguran lava pijar dalam 24 jam pengamatan, yakni sebanyak 13 kali dengan jarak luncur 1,8 km ke arah barat daya.

BACA JUGA: Australia Bakar 3 Kapal Nelayan Ilegal Indonesia

Tidak terjadi luncuran awan panas dalam dua hari terakhir. Awan panas terakhir tercatat terjadi pada 1 November lalu, pada pukul 23.25 WIB, dengan amplitudo 40 mm, durasi 150 detik dan jarak luncur sejauh 2 km ke arah barat daya.

Berdasarkan analisis morfologi dari Stasiun Kamera Deles 5, Tunggularum, Ngepos, dan Babadan 2, tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan baik kubah barat daya maupun kubah tengah. Volume kubah lava barat daya sebesar 1,6 juta meter kubik dan kubah tengah sebesar 2,9 juta meter kubik.

Dengan tingkat aktivitas ini, status Gunung Merapi masih siaga. Potensi bahaya saat ini berupa awan panas dan guguran lava pijar ke arah barat daya sejauh 5 km dan tenggara sejauh 3 km. Masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.