Alumni Ponpes di Sleman Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual
Alumni pondok pesantren di Sleman melaporkan dugaan kekerasan seksual yang terjadi dua kali. Polisi kini masih menyelidiki laporan tersebut.
Foto ilustrasi penggunaan pedulilindungi di area wisata. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, BANTUL--Penggunaan aplikasi Peduli Lindunginterus diperketat di objek wisata Hutan Pinus Sari Mangunan. Berbagai skema disiapkan agar wisatawan tetap bisa mengakses Peduli Lindungi dan terdata.
Tak bisa mengelak, dua pengunjung yang membohongi petugas pun dipulangkan. Pengelola Hutan Pinus Sari Mangunan, Anang Suhendri menyebutkan dua pengunjung terpaksa dipulangkan karena belum melakukan vaksinasi. Mulanya mereka mengaku telah vaksin namun belum memiliki aplikasi Peduli Lindungi, sedangkan kartu vaksinnya pun disebutkan ketinggalan. "Kemarin ada yang bohong, sempat ada dua orang itu. Ngakunya sudah vaksin," tuturnya pada Minggu (7/11/2021).
BACA JUGA : Agar Sinyal Internet di Pinus Mangunan Tak Lemot, Butuh
"Ditanya sertifikat vaksinnya mana katanya tidak bawa, ketinggalan di rumah. Dikasihlah KTP, kita kan bisa ngecek NIK nama lengkapnya itu dimasukkan ke aplikasi milik petugas di-barcode kalau belum vaksin tetap warnanya merah. Jadi tidak bisa ditipu kita," tandasnya.
Setelah ketahuan, dua pengunjung yang hendak mengelabuhi petugas pun mengakui belum vaksin. "Kalau belum vaksin tetap belum berani masukkan untuk yang belum vaksin," tegasnya.
Sementara itu Hutan Pinus Sari Mangunan juga mengurai antrean pengunjung dengan pembagian lokasi pindai Peduli Lindungi. Jika ada wisatawan rombongan bus, maka pemindaan akan dilakukan di loket utama dengan antre mengular dengan pemindaian satu per satu. Bila ada kondisi yang demikian, maka pengunjung yang menaiki motor dan mobil pribadi melakukan pemindaian Peduli Lindungi langsung tepat di lokasi parkir untuk memecah kerumunan.
Selain itu Anang juga menjelaskan bila parkiran telah penuh, dirinya akan menghubungi pihak bus biro perjalanan agar memperlambat laju kendaraannya. Jika tidak, biro perjalanan diminta berhenti di destinasi lainnya dahulu sembari menunggu parkiran Hutan Pinus Sari ada yang kosong.
BACA JUGA : Masuk Daftar Hitam Aplikasi Peduli Lindungi, 7 Wisatawan
Khusus pengunjung bus, biro perjalanan juga bisa memberikan nama dan NIK penumpang. Sehingga nantinya saat hendak masuk ke objek wisata petugas akan membantu login dan memindai Kode QR Peduli Lindungi satu per satu. "Kendalanya kalau mati listrik jaringan bisa blank bener-benar enggak ada jaringan bisa drop total. Kita antisipasi dengan menunjukan sertifkat vaksin tapi nama dan NIk-nya tetap kita tulis di buku harian kita," tandasnya.
Anang menegaskan tidak ada alasan bagi pengunjung untuk tidak memindai atau masuk ke Peduli Lindungi. "Kalau tidak bisa ya tetap kita bantu," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alumni pondok pesantren di Sleman melaporkan dugaan kekerasan seksual yang terjadi dua kali. Polisi kini masih menyelidiki laporan tersebut.
Turis Eropa ke Sleman naik 50% saat high season. HPI Sleman menyoroti destinasi yang mendadak tutup dan aturan booking wisata.
KPK menyebut status residivis Fahd Arafiq dapat menjadi pertimbangan pemberatan hukuman setelah tiga kali terjerat perkara korupsi.
Presiden Prabowo Subianto menjajal LRT Kelapa Gading-Manggarai bersama pelajar dan Pramono Anung. Layanan untuk masyarakat mulai 17 September.
PBB mengecam serangan Houthi ke infrastruktur sipil dan energi Arab Saudi serta mendesak keamanan pelayaran di Laut Merah.
Kota Magelang didorong menjadi percontohan integrasi CKG dan penanganan TBC untuk mempercepat penemuan serta pengobatan kasus.