Agar Sinyal Internet di Pinus Mangunan Tak Lemot, Butuh Biaya Rp500 Juta

Para komika saat tampil melawak secara bersama-sama dalam sesi penutupan Stand Up Hutan di Panggung Sekolah Hutan, kawasan Hutan Pinus Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul, Minggu (25/11/2018). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
20 September 2021 11:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Pemkab Bantul dipastikan harus merogoh anggaran cukup besar untuk mengatasi persoalan sinyal di destinasi wisata Pinus Sari, Mangunan.

Setidaknya dibutuhkan anggaran senilai Rp500 juta untuk memasang jaringan fiber optik (FO) agar persoalan sinyal tidak terus menjadi kendala saat pengunjung hendak menscan Bar Code ke aplikasi PeduliLindungi di objek wisata tersebut.

"Solusinya ya pakai FO. Tapi butuh anggaran cukup banyak sekitar Rp500 juta, karena kami harus menyambungkan dengan yang terdekat. Jika ditarik dari Mangunan kira-kira sekitar 5 kilometer kabel FO nya. Sementara, untuk provider ranahnya bukan di kami," kata Kepala Diskominfo Bantul Fenty Yusdayati, Senin (20/9).

Namun, kepastian jadi tidaknya pemasangan FO di Pinus Sari, Fenty mengaku menyerahkan masalah tersebut kepada tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Pemkab Bantul. Sebab, keputusan dikeluarkannya anggaran ada di TAPD Pemkab Bantul. "Kalau survey, teman-teman sudah lakukan. Kami juga sudah ajukan. Tinggal nunggu acc dari TAPD. Jika diacc kami akan langsung bergerak," kata Fenty.

Menurut Fenty saat ini sejatinya hampir semua kapanewon tahun ini sudah terhubung dengan jaringan FO. Di mana tinggal beberapa titik di Kapanewon Sedayu yang belum terhubung FO.

Namun dalam waktu dekat, titik ini sudah terhubung dengan FO. Setelah semua terhubung, dinas akan mulai menghubungkan FO ke kalurahan di Bantul.

"Jadi kami targetkan FO ini sampai di kalurahan. Karena untuk kapanewon telah terhubung," katanya.

Sebelumnya, Ketua Koperasi Notowono yang mengelola sejumlah objek wisata di Dlingo termasuk Pinus Sari, Purwo Harsono mengatakan, telah menyediakan Wifi gratis kepada pengunjung di pintu masuk.

BACA JUGA: Aturan Ganjil Genap Masuk Objek Wisata Jogja Baru Wacana

"Ini untuk membantu persoalan lemahnya sinyal saat pengunjung hendak scan barcode aplikasi PeduliLindungi,” kata Ipung-panggilan Purwo Harsono.

Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo meminta agar Diskominfo Bantul segera mengatasi persoalan sinyal di Pinus Sari. Salah satunya dengan memasang alat untuk memperkuat sinyal.

"Kami berharap betul itu bisa dilaksanakan. Jadi betul-betul besok wisatawan datang tidak mengalami persoalan," ungkapnya.