Buntut Meluasnya Klaster Covid-19, Seluruh Sekolah Tatap Muka di Sedayu Dihentikan

Ilustrasi. - Freepik
08 November 2021 15:37 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Seluruh satuan sekolah di Kapenewon Sedayu menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Kebijakan ini diambil pasca-menjalarnya penularan kasus Covid-19 di sejumlah sekolah di Sedayu.

Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko menjelaskan ada 24 SD dan empat SMP di Sedayu yang pembelajaran tatap mukanya dihentikan. Penghentian PTM di SD dan SMP di Sedayu akan berlangsung selama 14 hari sejak tanggal 5 November 2021 lalu.

Langkah penutupan seluruh SD dan SMP di Sedayu terpaksa dilakukan Isdarmoko untuk memprioritaskan keselamatan dan kesehatan warga sekolah di masa pandemi ini. "Untuk alasan jelas, ketika pembelajaran di masa pandemi itu yang diutamakan satu, keselamatan dan kesehatan warga sekolah," ungkap Isdarmoko pada Senin (8/11/2021).

"Ketika pembelajaran PTM ada dampak seperti itu, maka kita evaluasi. Kalau nanti berdampaknya buruk ya kita kembalikan lagi pada Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Jadi PTM-nya kita hentikan dulu," tandasnya.

BACA JUGA: Australia Bakar 3 Kapal Nelayan Ilegal Indonesia

Kasus Covid-19 bermula dari klaster takziah yang selanjutnya merembet ke SMKN 1 Sedayu dan SD Sukoharjo. Karena paparannya yang meluas dan dinilai membahayakan PTM lun dihentikan. "Tetapi kalau SMKN Sedayu itu kan besar kan, kita khawatirkan nanti bisa dampaknya meluas lagi," ungkapnya.

Isdarmoko bahkan secara tegas menyebutkan penghentian PTM di Sedayu bersifat wajib. "Jadi itu memang klasternya klaster takziah. Kemudian karena ada sekolah di situ ada anak yang terpapar kita sarankan [ditutup]. Kalau yang di Sedayu memang saya wajibkan," tegasnya.