983 Bus Wisata Masuk Jogja dalam Dua Pekan Terakhir

Terminal Giwangan, Rabu (5/5/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
09 November 2021 11:07 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO -- Terhitung sejak 23 Oktober, total bus pariwisata yang memasuki Jogja melalui Terminal Giwangan tercatat 983 armada. Di Terminal Giwangan, petugas mengecek kelengkapan kartu vaksin sebagai bagian dari One Gate System. Seluruh bus yang hendak masuk Jogja perlu melewati pemeriksaan. Apabila lolos, maka akan ada stiker untuk mengakses tempat parkir.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi menjelaskan dari 983 bus yang diperiksa, sebanyak 28 tidak lolos skrining. Sebagian besar penumpang atau wisatawan tidak bisa menunjukkan bukti sudah divaksin. Bus yang tidak lolos, tidak akan mendapat stiker dan tidak bisa parkir di wilayah Kota Jogja.

BACA JUGA : Pemeriksaan Bus Satu Pintu Diusulkan Diterapkan di Berbagai Daerah Saat Nataru

"Traffic tertinggi tercatat pada Minggu (7/11) dengan 245 bus pariwisata mengakses Terminal Giwangan dan 10 armada di antaranya tidak lolos skrining," kata Heroe, Senin (8/11/2021).

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif, kebijakan One Gate System yang baru berjalan sekitar dua pekan masih membutuhkan pembiasaan bagi para pelaku angkutan wisata. Meski begitu, dia mengapresiasi kesadaran pelaku angkutan wisata yang telah taat tanpa perlu diarahkan oleh petugas di jalan.

Komitmen ini perlu dijaga agar berdampak baik pada seluruh pihak, terutama dalam menjaga kesehatan. "Saya kira pelaku angkutan wisata pun tidak keberatan dengan sistem ini karena saat mereka melakukan skrining di Giwangan, maka mereka akan mendapat kepastian tempat parkir," kata Agus.

One Gate System

Pemerintah Kota Jogja mengusulkan kebijakan One Gate System diterapkan juga di kota-kota lain, terutama kota yang mengandalkan pariwisata menjelang Hari Natal dan Tahun Baru 2022.

"Kami usulkan agar kota-kota lain juga bisa menerapkan One Gate System ini. Harapannya, arus bus pariwisata bisa diatur dan tercipta pariwisata yang sehat," kata Heroe seusai rapat dengar pendapat bersama Kementerian Perhubungan dan bupati di Jawa-Bali.

Dengan adanya skrining pada wisatawan terkait vaksin, maka keamanan semua pihak bisa lebih terjamin, baik untuk pendatang maupun warga lokal. "Kami belum sampai ke aturan untuk pemeriksaan hasil negatif tes Covid-19," katanya.

BACA JUGA : Jelang Nataru, Pemeriksaan Kendaraan yang Masuk ke Kulonprogo Diperketat

Misalpun nantinya ada peraturan perjalanan berupa negatif Covid-19 dengan Antigen, perlu adanya kejelasan peraturan.

"Tetapi untuk pelaksanaannya harus diatur dengan jelas ketentuannya. Jika tidak, maka justru bisa menimbulkan permasalahan di lapangan," kata Heroe.