Ketua DPRD Sleman: Jadilah Pahlawan dengan Disiplin Menerapkan Prokes

Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta. - Harian Jogja/Abdul Hamid
09 November 2021 08:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Semangat perjuangan para pahlawan tidak boleh padam. Jika dulu para pahlawan berjuang membebaskan bangsa ini dari penjajahan, maka saat ini semangat yang sama juga harus terus digelorakan.

Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta mengatakan makna kepahlawanan harus dikontekskan pada saat ini. Misalnya saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi pandemi Covid-19. Penyebaran Covid-19 masih terjadi meskipun sebagian besar masyarakat sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

"Proses perjuangan para pejuang masa lalu harus terus kita hargai, harus bangga, harus kita jaga, karena mereka berjuang membebaskan bangsa ini dari penjajahan," kata Haris saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/11/2021).

Setelah merdeka, kata Haris, bagaimana generasi penerusnya mampu mengisi bangsa ini untuk membangun bangsa ini ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, membangun sumber daya manusia dan mengelola sumber daya alamnya menjadi hal yang harus dilakukan.

Dalam konteks menghadapi pandemi Covid-19 saat ini, lanjut Haris, bagaimana bangsa Indonesia tidak boleh lengah untuk dapat mengendalikan penyebaran virus Corona ini. Caranya adalah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditentukan.

Baca juga: Waduh...Ribuan Guru dan Siswa di Kulonprogo Belum Divaksin Covid-19

"Dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan selain terhindar dari paparan virus seseorang juga bisa mencegah orang lain terpapar virus," katanya.

Disiplin menerapkan protokol kesehatan saat ini, bagi Haris merupakan salah satu bentuk perjuangan masyarakat untuk bisa mengendalikan virus Corona tersebut. Jika masyarakat sudah kendor untuk menjalankan protokol kesehatan, maka perjuangan bangsa ini untuk terbebas dari pandemi akan semakin berat.

"Jangan sampai muncul gelombang ketiga. Kita harus selalu kontinyu mengedukasi masyarakat. Baik pemuda, lansia dan masyarakat. Kami juga sering tekankan soal ini kepada dinas kesehatan hingga masyarakat," katanya.

Haris tidak ingin peristiwa lonjakan kasus Covid-19 pada Juli-Agustus kembali terjadi di masa mendatang. Serangan Covid-19 varian Delta pada saat itu menyebabkan warga banyak terpapar Covid-19 dan sebagian meninggal dunia. Hal itu disebabkan juga karena instrastruktur kesehatan saat itu memang belum siap menghadapi lonjakan kasus.

Ketika lonjakan kasus terjadi, katanya, koordinasi Dewan dengan pemerintah dan semua pihak terus dilakukan melalui forum komunikasi antara DPRD dan Pemkab hingga kalurahan. "Kalau saat ini pasien di rumah sakit rujukan Covid-19 sudah tidak penuh lagi. Seiring terus menurunnya kasus. Namun sekali lagi, jangan melakukan euforia berlebihan dan meninggalkan protokol kesehatan agar kasus tidak terus bertambah," katanya.

Haris pun meminta agar masyarakat tidak abai dengan ketentuan protokol kesehatan meskipun saat ini pemerintah juga menggalakkan vaksinasi Covid-19. "Sleman saat ini menjalani PPKM Level 2 dan kegiatan vakasinasi di Sleman sudah baik. Untuk dosis pertama sudah lebih dari 82 persen dan dosis kedua di atas 60 persen," katanya.

Prestasi tersebut, katanya, berkat kerjasama semua pihak. Mulai dari pemerintah, DPRD, instansi lain hingga masyarakat. Meski dia mengakui masih ada masyarakat yang belum mau untuk divaksin, namun Haris yakin dengan berbagai pendekatan dan edukasi maka mereka yang sebelumnya menolak untuk divaksin pada akhirnya akan mau divaksin.

"Saya sudah senang kondisi perekonomian mulai bergerak. Kami anjurkan agar masyarakat untuk tidak meninggalkan ketentuan protokol kesehatan. Kami selaku Dewan dari sisi pengawasan dan anggaran tentu akan mendukung upaya-upaya pengendalian pandemi Covid-19 ini," katanya.