Waduh...Ribuan Guru dan Siswa di Kulonprogo Belum Divaksin Covid-19

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
08 November 2021 19:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo mencatat sekitar 3.240 siswa maupun tenaga kependidikan di Kulonprogo belum menerima vaksin Covid-19.

Penyisiran ke tiap-tiap sekolah akan ditempuh untuk mengantisipasi adanya siswa maupun tenaga kependidikan yang belum menerima vaksin Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati, mengatakan ribuan siswa maupun tenaga kependidikan di Kulonprogo yang belum menerima vaksin Covid-19 berasal dari pendataan masing-masing sekolah yang ada di Kulonprogo.

"Gugus Tugas akan berkoordinasi dengan fasyankes yang ada di sekitar sekolah. Nantinya, tenaga kesehatan akan diminta untuk melakukan vaksinasi Covid-19 kepada siswa maupun tenaga kependidikan yang belum menerima vaksin Covid-19," kata Baning pada Senin (8/11/2021).

BACA JUGA: Buntut Meluasnya Klaster Covid-19, Seluruh Sekolah Tatap Muka di Sedayu Dihentikan

Berdasarkan catatan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, siswa maupun tenaga kependidikan yang belum menerima vaksin Covid-19 berada di wilayah kapanewon Wates. Dikarenakan, jumlah sekolah di wilayah padat penduduk tersebut cukup banyak.

"Terlepas dari masih banyaknya siswa maupun tenaga kependidikan yang belum menerima vaksin Covid-19, capaian angka vaksinasi Covid-19 terhadap siswa maupun tenaga kependidikan cukup tinggi ya. Angkanya mencapai 95 persen berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulonprogo," jelas Baning.

Baning tidak memungkiri jawatannya sempat melakukan kesalahan dalam melaksanakan input data vaksinasi Covid-19 dari kalangan pelajar. Untuk kategori remaja atau pelajar justru dimasukkan ke dalam kategori kelompok masyarakat umur dewasa. Hal tersebut membuat jumlah untuk kategori remaja terhitung sangat rendah.

"Namun, setelah dievaluasi ke sekolah capaiannya rata-rata sudah di atas 95 persen. Ada kesalahan di dalam memasukkan kelompok umur remaja ke dewasa sehingga jumlahnya menjadi sangat rendah," ujar Baning.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo, Arif Prastowo, menegaskan jika sekolah jenjang SMP di wilayah Kulonprogo semuanya telah melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM).

"Sementara itu, untuk jenjang SD sudah ada sekitar 300 sekolah yang telah menggelar PTM. Kami awasi terus pelaksanaan PTM dan penerapan protokol pencegahan penularan Covid-19. Saat ini, mayoritas sekolah di Kulonprogo telah melaksanakan PTM. Sementara untuk jenjang SMA sederajatnya pendataan dilakukan oleh pemerintah provinsi," ungkap Arif.