Sultan HB X Minta Pelaku Tawuran Geng Pelajar Harus Dipidanakan

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,s aat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Kamis (21/1/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
10 November 2021 13:37 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pecahnya tawuran antargeng pelajar yang menewaskan salah satu pelajar di Bantul beberapa waktu lalu mendapatkan perhatian khusus dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Sultan melihat perlu ada penanganan yang konsisten terhadap keberadaan geng pelajar. Selain itu, Sultan juga mendukung langkah kepolisian yang menindak tegas keberadaan geng pelajar.

"Penanganan geng itu kan perlu konsistensi. Juga menyangkut penegakan hukumnya. Dan, saya mendukung mereka diselesaikan [diproses secara hukum].Konsisten pidana itu harus dilakukan. Saya mendukung hal itu," kata Sultan di Kepatihan, Rabu (10/11/2021).

Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Didik Wardaya mengatakan pemetaan keberadaan geng pelajar sejatinya telah dilakukan oleh pihaknya bersama dengan kepolisian. Hanya saja, Didik enggan mengungkapkan berapa banyak geng pelajar dan rincian dari hasil pemetaan.

"Yang jelas kami sudah tempatkan satu sekolah dua polisi," kata Didik.

Selain itu, pihaknya juga telah meminta kepada sekolah memberikan banyak aktivitas positif untuk mengurangi aktivitas yang negatif, seperti ekstra kulikuler. Di samping itu, Disdikpora juga telah meminta kepada organisasi antarOSIS di wilayahnya untuk ikut mendukung menekan keberadaan geng pelajar. "Tapi kan kalau kejadiannya di luar jam dan lingkungan sekolah kan agak sulit. Tidak mungkin teman-teman OSIS ini bisa mengawasi terus teman-temannya," tandas Didik.

Mengenai sanksi untuk pelajar yang masuk geng, Didik mengaku sejauh ini ada tiga cara. Untuk kategori pelanggaran ringan, pelajar cukup mendapatkan bimbingan dari guru Bimbingan dan Konseling.

"Untuk kategori sedang bisa dilakhnab penegakan disiplin. Jika berat bisa alih sekolah. Tapi kan harus lihat status siswanya juga. Apa tetap di sekolah atau direkomendasi dipindah ke sekolah lain. Kami juga minta peran siswa untuk bisa lebih maksimal mengawasi siswa," harap Didik.