Minimnya Diversifikasi Produk Olahan Bikin Konsumsi Ikan Minim

Bupati Kulonprogo, Sutedjo. - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
10 November 2021 09:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Dewan Kulonprogo menilai tingkat konsumsi ikan yang rendah di wilayah Bumi Binangun disebabkan minimnya diversifikasi produk olahan ikan. Pemasaran produk olahan ikan yang rendah juga disinyalir menjadi penyebab lain belum tingginya konsumsi ikan oleh masyarakat di Kulonprogo.

Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati, mengatakan belum maksimalnya produk olahan ikan yang dibuat oleh sejumlah pelaku UMKM menjadi penyebab belum tingginya konsumsi ikan di Kulonprogo. Dikarenakan, tidak semua orang suka mengonsumsi ikan.

"Memang tidak semua orang suka dengan ikan ya. Dengan bau amisnya saja orang sudah mundur. Kelemahannya adalah diversifikasi pengolahan produk olahan ikan. Kita jauh dari piawai dalam mengolah ikan. Bagi warga yang tidak suka ikan ya bagaimana mengolah produk olahan ikan agar tidak amis, enak, dan bisa dikonsumsi dengan berbagai varian makanan," kata Akhid saat dikonfirmasi pada Selasa (9/11/2021).

Dikatakan Akhid, campur tangan pemerintah kabupaten Kulonprogo melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam menggandeng pelaku UMKM untuk menghasilkan produk olahan ikan yang variatif juga menjadi faktor lain penyebab kurang maksimalnya tingkat konsumsi ikan.

"Tidak ada keseriusan dalam mengarah ke sana ya. Kalau serius, pasti OPD akan menggandeng pelaku UMKM untuk menghasilkan produk olahan ikan yang variatif dan berkualitas. Tidak hanya produk olahan ikan, pemasaran produk olahan ikan juga harusnya menjadi prioritas Pemkab," ujar Akhid.

Baca juga: Klaster Covid-19 Bermunculan di Bantul, Selter dan Isoter Mulai Disiapkan

Pemerintah kabupaten juga diharapkan mampu menanamkan mindset konsumsi ikan di tengah masyarakat. Selain mengandung berbagai vitamin, ikan juga mengandung protein yang baik untuk tubuh. Daya tahan tubuh seseorang yang mengonsumsinya juga akan lebih kuat.

"Sehingga kalau saya makan, pilihan makan saya pertama adalah ikan. Saya sudah membuktikan masyarakat yang sering mengonsumsi ikan daya tahannya tubuh dan kecerdasannya juga lebih baik jika dibandingkan dengan masyarakat yang kurang mengonsumsi ikan," terang Akhid.

Sementara itu, angka konsumsi ikan di Kulonprogo masih terbilang minim. Berdasarkan catatan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulonprogo, konsumsi ikan di Bumi Binangun masih berada di angka 26,49 kilogram per kapita per tahun.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulonprogo Sudarna mengatakan angka sebesar 26,49 kilogram per kapita per tahun masih jauh dari angka konsumsi ikan di wilayah DIY.

"Angka konsumsi ikan masih jauh terpaut dari rata-rata konsumsi kabupaten lain di DIY yang rata-rata mencapai 36,50 kilogram per kapita per tahun," kata Sudarna beberapa waktu lalu.

Angka tersebut berbanding terbalik dengan pencapaian produksi ikan di wilayah kabupaten Kulonprogo. Berdasarkan catatan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulonprogo, hingga triwulan I tahun 2021 ini realisasi produksi perikanan budidaya telah mencapai 4.379,10 ton.

Sementara itu, realisasi produksi perikanan tangkap mencapai 258,74 ton. Kemudian, pada 2020 lalu jumlah produksi perikanan tercatat bisa mencapai 18.791,61 ton. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulonprogo menargetkan produksi ikan tahun ini sebesar 17.154 ton.

Permintaan Ikan Minim

Meskipun, angka produksi perikanan terbilang melimpah, akan tetapi permintaan ikan di wilayah kabupaten Kulonprogo terbilang minim. Fakta tersebut terlihat dari angka konsumsi ikan yang masih rendah di kabupaten Kulonprogo.

Tingginya angka produksi perikanan di wilayah kabupaten Kulonprogo justru dinikmati oleh daerah lain. Pedagang ikan justru menjual produksi komoditas yang tinggi akan protein tersebut ke luar wilayah Bumi Binangun.

"Walaupun, permintaan ikan di kabupaten Kulonprogo dari tahun ke tahun punya kecenderungan meningkat. Akan tetapi, tingkat permintaan dan angka konsumsi ikan di wilayah kabupaten Kulonprogo belum sesuai harapan," kata Sudarna.

Bupati Kulonprogo Sutedjo sebelumnya menyebutkan jika ikan dapat menjadi salah satu solusi utama bagi permasalahan gizi di masyarakat. Dikarenakan, ikan kaya akan gizi esensial yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan.

“Melalui gerakan memasyarakatkan makan ikan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan arti pentingnya makan ikan bagi pertumbuhan, kesehatan dan kecerdasan manusia," imbuh Sutedjo.