9 Siswa Terpapar Covid-19, Satu Sekolah di Kulonprogo Dihentikan Sementara

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
10 November 2021 18:27 WIB Newswire Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) salah satu sekolah menengah atas di Kecamatan Wates menyusul temuan sembilan siswa yang terkonfirmasi COVID-19 dari hasil tes usap secara acak.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kulonprogo Baning Rahayujati di Kulonprogo, Rabu, mengatakan sejak Senin (8/11/2021) sampai hari ini, petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan melakukan uji tes usap terhadap sekolah-sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

Target sasaran tes usap acak dari SD sampai SMA sebanyak 5.737 siswa yang dilaksanakan secara random dengan memilih 10 persen sekolah dan 10 persen siswa.

BACA JUGA: Sultan: Klaster Takziah Sedayu Membuat DIY Jadi Penyumbang Kasus Covid Tertinggi Nasional

"Sejak Senin (8/11/2021), kami melaksanakan uji tes usap secara acak di Kecamatan Temon, Wates dan Kalibawang. Hasil yang sudah keluar dari tes usap di Kecamatan Temon untuk SD Maarif sebanyak 34 sampel yang diambil secara random semua negatif. Kemudian, di Kecamatan Kalibawang untuk SD sebanyak 33 sampel hasilnya belum keluar. DI Kecamatan Wates disalah satu SMA ada sembilan yang positiff dari 87 sampel yang dikirim dari siswa," kata Baning.

Ia mengatakan dari hasil tes usap acak tersebut, Dinas Kesehatan bersama Balai Dikmen SMA sudah berkoordinasi dengan sekolah karena dari hasil tingkat kepositifan (positivity rate) lebih dari lima persen, maka untuk pembelajaran tatap muka tidak dilaksanakan dulu selama 15 hari ke depan atau kembali belajar secara daring.

Sembilan yang positif ini berasal dari Nanggulan satu orang, Pengasih dua orang, Wates tiga orang, Sentolo satu orang, dan Kokap satu orang. Terkonfirmasi tersebar karena model pembelajaran di sekolah ini dilaksanakan pagi dan sore.

"Pagi ini, baru bisa melaksanakan tracing kepada tiga anak, dan anak ini tersebar di tujuh kelas. Tiga anak yang berhasil kami tracing tadi pagi, kami melaksanakan pemeriksaan terhadap 126 kontak dari tiga anak meliputi teman satu kelas dan guru yang berinteraksi dalam tiga hari terakhir," katanya.

Baning menjelaskan berdasarkan hasil wawancara terhadap tiga anak yang sudah di-tracing itu, diperoleh informasi bahwa ada satu anak yang dalam seminggu terakhir berpergian di salah satu mall di Yogyakarta. Sedangkan dua anak lainnya mengaku tidak pergi ke mana-mana pada jangka waktu yang sama.

"Dari sekolah, kami mengembalikan kepada puskesmas di mana anak domisili untuk melakukan "tracing" di rumah dan lingkungannya. Sembilan anak ini termasuk ke dalam orang tanpa gejala (OTG)," katanya.

Sumber : Antara