Gus Palsu Tipu Warga Boyolali Rp105,3 Juta, Uang Dipakai Judi Online
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, KULONPROGO--Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) salah satu sekolah menengah atas di Kecamatan Wates menyusul temuan sembilan siswa yang terkonfirmasi COVID-19 dari hasil tes usap secara acak.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kulonprogo Baning Rahayujati di Kulonprogo, Rabu, mengatakan sejak Senin (8/11/2021) sampai hari ini, petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan melakukan uji tes usap terhadap sekolah-sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.
Target sasaran tes usap acak dari SD sampai SMA sebanyak 5.737 siswa yang dilaksanakan secara random dengan memilih 10 persen sekolah dan 10 persen siswa.
BACA JUGA: Sultan: Klaster Takziah Sedayu Membuat DIY Jadi Penyumbang Kasus Covid Tertinggi Nasional
"Sejak Senin (8/11/2021), kami melaksanakan uji tes usap secara acak di Kecamatan Temon, Wates dan Kalibawang. Hasil yang sudah keluar dari tes usap di Kecamatan Temon untuk SD Maarif sebanyak 34 sampel yang diambil secara random semua negatif. Kemudian, di Kecamatan Kalibawang untuk SD sebanyak 33 sampel hasilnya belum keluar. DI Kecamatan Wates disalah satu SMA ada sembilan yang positiff dari 87 sampel yang dikirim dari siswa," kata Baning.
Ia mengatakan dari hasil tes usap acak tersebut, Dinas Kesehatan bersama Balai Dikmen SMA sudah berkoordinasi dengan sekolah karena dari hasil tingkat kepositifan (positivity rate) lebih dari lima persen, maka untuk pembelajaran tatap muka tidak dilaksanakan dulu selama 15 hari ke depan atau kembali belajar secara daring.
Sembilan yang positif ini berasal dari Nanggulan satu orang, Pengasih dua orang, Wates tiga orang, Sentolo satu orang, dan Kokap satu orang. Terkonfirmasi tersebar karena model pembelajaran di sekolah ini dilaksanakan pagi dan sore.
"Pagi ini, baru bisa melaksanakan tracing kepada tiga anak, dan anak ini tersebar di tujuh kelas. Tiga anak yang berhasil kami tracing tadi pagi, kami melaksanakan pemeriksaan terhadap 126 kontak dari tiga anak meliputi teman satu kelas dan guru yang berinteraksi dalam tiga hari terakhir," katanya.
Baning menjelaskan berdasarkan hasil wawancara terhadap tiga anak yang sudah di-tracing itu, diperoleh informasi bahwa ada satu anak yang dalam seminggu terakhir berpergian di salah satu mall di Yogyakarta. Sedangkan dua anak lainnya mengaku tidak pergi ke mana-mana pada jangka waktu yang sama.
"Dari sekolah, kami mengembalikan kepada puskesmas di mana anak domisili untuk melakukan "tracing" di rumah dan lingkungannya. Sembilan anak ini termasuk ke dalam orang tanpa gejala (OTG)," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 15 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal tiap stasiun di sini.
Pengalaman tumbuh dalam keluarga ekonomi terbatas dapat membentuk kebiasaan finansial hingga dewasa. Simak 8 kebiasaan yang sering terbawa.
KOTAK resmi menjadi band independen setelah 18 tahun bersama label rekaman. Single YOLO menjadi simbol kebebasan kreatif dan era baru mereka.
AC mobil kurang dingin atau bau? Simak 7 cara merawat AC mobil agar tetap sejuk, awet, dan nyaman digunakan setiap har