Rehab Jalur Pedestrian Jalan Sudirman Jogja Sudah Separuh

Ilustrasi pengerjaan penataan kawasan simpang Tugu dan penataan kawasan pedestrian Jalan Jenderal Sudirman. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
13 November 2021 07:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA–Renovasi jalur pedestrian Jalan Jendral Sudirman sudah mencapai 52%. Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja menargetkan pengerjaan selesai pada akhir 2021. Kepala DPUPKP Kota Jogja, Hari Setyawacana mengatakan pengerjaan semakin dikebut agar target tercapai.

Dalam pantauan pada Jumat (12/11/2021), bagian selatan masih dalam proses pembongkaran. Sementara sisi utara sudah masuk tahap penataan paving block. Beberapa bagian mulai terlihat bentuk kursi dan ruang untuk tanaman. Selain itu, ada pula bagian-bagian yang dalam proses pengecoran.

"Kalau yang selatan itu kan baru dimulai sekitar September lalu, sehingga masih ada sebagian yang belum dibongkar. Makanya ini sedang kami percepat lagi," kata Hari, Kamis (11/11/2021).

Lantaran pengerjaan dikebut, aktivitas di sekitar proyek terlihat padat. Hal ini sedikit banyak memengaruhi arus lalu lintas kendaraan, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja. Sejauh ini, pejalan kaki juga masih sulit untuk beraktivitas di sekitar proyek.

Secara perencanaan, jalur pedestrian Jalan Jendral Sudirman akan mirip dengan kawasan pedestrian sekitar Tugu Jogja. "Konsepnya masih sama seperti [kawasan] pedestrian di sekitar Tugu Jogja. Memang tujuannya untuk menambah estetika kota, termasuk bagi pesepeda juga," kata Hari.

"Nanti setelah selesai, masuk waktu pemeliharaan enam bulan. Jadi kalau memang ada yang rusak, itu pihak ketiga nanti yang mempunyai kewenangan untuk melakukan perbaikan di titik yang dikerjakan."

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, penataan jalur pedestrian di Kota Jogja sebagai upaya untuk membuat nyaman aktivitas masyarakat serta untuk menambah keindahan kota. Sehingga orientasi pengerjaan kawasan pedestrian ini bukan semata untuk pariwisata.

"Meski belum ditata seluruhnya jadi kawasan pedestrian, namun ibaratnya kalau mau mengasuh anak sudah ada tempatnya. Bisa di taman-taman kota maupun pedestrian, itu ruang publik juga," kata Heroe.