Wisatawan Masih Mengabaikan Prokes

Foto ilustrasi: Wisatawan bermain dan berenang di Pantai Parangtritis, Bantul. - Harian Jogja/Desi Suryanto
14 November 2021 20:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul, Yulius Suharta mengaku masih menemukan banyak wisatawan mengabaikan protokol kesehatan (Prokes) seperti berkerumun dan melepas masker terutama di kawasan wisata Pantai.

Kondisi tersebut diakui Yulis menjadi tantangan tersendiri bagi Satpol PP selaku koordinator penegakan hukum Satgas Penanganan Covid-19. Menurut dia, perlu ada cara penyampaian atau sosialisasi terkait pemahaman turunnya level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Turunnya level PPKM Bantul dari level 3 menjadi level 2 menjadi anggapan bahwa Covid-19 sudah hilang, padahal sebenarnya belum.

BACA JUGA : Tidak Taat Prokes, Guru di Bantul Diancam Disanksi

“Seharusnya disiplin protokol kesehatan masih dipatuhi dan ditaati,” kata Yulius, Minggu (14/11/2021). Masih banyaknnya pelanggaran prokes, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan menerapkan kembali sanksi sosial seperti yang diberlakukan saat awal-awal pandemi tahun lalu.

Dia tidak memungkiri objek wisata khususnya Pantai Prangtritis masih menjadi primadona bagi wisatawan sehingga terjadi kerumunan. Pemantauan dan sosialisasi prokes juga dipusatkan di kawasan pantai yang ada di kapanewon Kretek tersebut, “Selama ini yang terpantau kepadatan kunjungan masih di area pantaui khususnya Parangtritis,” ucap Yulius.

Dia berharap masyarakat dan juga wisatawan untuk mematuhi protokol kesehatan saat berkunjung ke Bantul, karena ancaman Covid-19 masih terjadi di Bumi Projotamansari, terbukti dengan adanya beberapa klaster penularan Covid-19 akhir-akhir ini. Ia tidak ingin penularan Covid-19 melebar di Bantul.

Upaya sosialisasi terus dilakukan dengan mengingatkan langsung kepada masyarakat dan wisatawan. Namun jika tetap membandel pihaknya akan memberlakukan kembali sanksi sosial seperti membersihkan tempat umum, push up, dan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan sebagai bentuk edukasi. Berdasarkan pantauan Harian Jogja, objek wsiata pantai Parangtritis memang cukup ramai. Sejumlah kendaraan berplat luar daerah hingga bus-bus pariwisata memadati kawasan pantai dari Parangtritis hingga Depok. Protokol kesehatan seperti pemeriksaan suhu dan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi masih diberlakukan oleh petugas penjagaan di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR), bahkan kebijakan ganjil genap juga diterapkan. Tidak sedikit kendaraan wisata yang diputar balik.

Perwira Pengendali Kebijakan Ganjil Genap di wilayah Parangtritis, Iptu Sugeng Riyadi mengatakan ada ratusan kendaraan wisatawan yang berplat ganjil diputar balik pada Minggu (14/11). “Jumlahnya tidak mencatat, tapi ada lebih dari seratusan yang diputar balik,” kata Sugeng. Pihaknya mengarahkan kendaraan berplat ganjil untuk berwisata ke pantai Samas ke Barat atau ke Mangunan.

Menurun

Namun berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Bantul jumlah wisatawan ke Bantul sepekan lalu menurun jika dibanding pekan sebelumnya. Kepala Seksi Promosi dan Informasi Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi mencatat pada pekan lalu mulai 12-14 November jumlah pengunjung ada 25.684 wisatawan dengan pendapatan total Rp249.631.000.

BACA JUGA : Warga Bantul Mulai Abaikan Prokes, Penertiban Digencarkan

Sementara jika dihitung sepekan mulai 8-14 November jumlah pengunjung sebanyak 34.484 orang dengan pendapatan Rp335.177.250, “Turun 12,5% dari periode 1-7 November,” kata Markus.

Pria yang akrab disapa Ipung ini tidak mengetahui pasti penyebab penurunan kunjungan wisatawan, namun ia menduga karena cuaca hujan. “Kemungkinan besar karena pengaruh hujan yang dalam seminggu ini sudah rutin turun jadi jumlah wisatawan menurun,” ucap Ipung.