Butuh Rp6,8 Triliun untuk Bebaskan Lahan Tol Jogja Solo Seksi 3

Petugas pengukuran jalan tol Solo-Jogja merampungkan pekerjaannya di Kranggan, Polanharjo, Klaten, Kamis (6/8/2020). - Solopos.com/Ponco Suseno
18 November 2021 07:37 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Proses pembebasan lahan untuk tol Jogja-Solo terus dilakukan. Hingga kini proses pembayaran untuk seksi 1 menelan biaya Rp2,8 triliun.

Corporate Communication PT Jogjasolo Margo Makmur Ahmad Izzi mengatakan proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Jogja-Solo terus dilakukan. Hingga akhir tahun ini, beberapa tahapan seperti musyawarah warga dan pembayarannya masih akan dilakukan.

"Hari ini [kemarin] proses musyawarah warga di Ngawen, Klaten. Jadi prosesnya terus berlanjut karena dari arahan pemerintah gate to gate. Pemberkasan jalan terus, begitu anggaran tersedia langsung kami salurkan," katanya, Rabu (17/11/2021).

BACA JUGA : Rp3 Triliun Disiapkan untuk Pembebasan Lahan Tol Jogja

Dari total angggaran kebutuhan pembebasan lahan untuk pembangunan tol Jogja-Solo sebesar Rp17,1 triliun, katanya, yang baru disalurkan sebesar Rp2,8 triliun. Adapun lahan yang dibebaskan baru mencapai 2.500 bidang dari 13.500 bidang yang dibutuhkan.

"Kami sebenarnya berharap agar proses pembebasan lahan untuk kebutuhan pembangunan jalan tol ini secepatnya selesai. Hanya saja, untuk proses pembayaran pembebasan lahan ini juga tergantung dari kesediaan dana pemerintah," ujar Izzi.

Selama ini, lanjut dia, pemerintah baik pusat maupun daerah selalu mensupport pembangunan jalan tol yang masuk dalam program strategis nasional (PSN) ini. "Kami saat ini fokus ke pembebasan lahan di seksi 1. Kalau tahun depan anggaran sudah tersedia dan pembebasan lahan mulai jalan, kami akan fokus ke seksi 3 yang ke Bandara," katanya.

Untuk seksi 3 ini, lanjut Izzi, lahan yang dibutuhkan sekitar 3.000 bidang dengan estimasi dana pembebasan lahannya sekitar Rp6,8 trilun dari total estimasi dana pembebasan tol Jogja-Solo sebesar Rp17,1 trilun. "Nah, izin penetapan lokasi (IPL) untuk seksi 3 ini masih berproses di pemerintah. Pusat dan Pemda DIY terus melakukan komunikasi. Kami berharap IPL bisa segera diterbitkan," katanya.

Ia meyakini, IPL yang akan diterbitkan oleh Gubernur DIY nanti akan mengakomodasi kepentingan semua pihak. Baik pemerintah, pelaksana pembangunan maupun aspirasi masyarakat. "Keputusan berada di Ngarso Ndalem [Gubernur DIY]. Saya yakin Ngarso Ndalem akan mempertimbangkan semua aspek dan masukan dari masyarakat," katanya.

Dia berharap proses pembangunan jalan tol Jogja Solo baik seksi 1 maupun seksi 3 bisa berjalan sesuai target. "Targetnya untuk seksi 1 beroperasi pada Agustus 2023 dan seksi 3 pada 2024 mendatang. Kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak yang terus mendukung pembangunan tol yang termasuk PSN ini," ujar Izzi.

BACA JUGA : Tol Jogja-Solo Seksi Kartasura-Purwomartani Selesai

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Kementerian PUPR, Dian Hardiyansyah mengatakan proses komunikasi antara pusat dengan Pemda DIY terus dilakukan untuk fiksasi trase jalan tol Jogja-Solo seksi 3.

Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, kata Dian, sudah menyampaikan kepada Pemda DIY terkait titik-titik trase yang akan dilewati tol. Adapun Pemda DIY sudah menyetujui trasenya. Saat ini, BPJT menyelesaikan perencanaan teknisnya hingga renana tersebut disetujui oleh semua pihak.

Dengan demikian, kata Dian, Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) atau penlok sebagai syarat penerbitan IPL masih belum diajukan ke Pemda DIY. Ini juga tergantung dari persiapan Pemda DIY dalam menyiapkan tim pengadaan lahan nanti. "Tetapi komunikasi jalan terus. Kalau DPPT sudah diserahkan ke Pemda DIY, dipelajari, baru digelar sosialisasi dan konsultasi publik. Setelah itu IPL baru bisa diterbitkan," kata Dian.

Sampai saat ini, lanjut Dian, belum ada kendala ataupun ganguan yang mendasar terkait titik rencana trase yang akan dilewati tol. Semua titik lahan yang dinilai rawan (konflik) akan dihidari dan desain jalan tolnya sudah menyesuaikan dengan masukan masyatakat. "Targetnya, IPL insyaallah kalau tidak ada kendala awal tahun 2022 bisa keluar," harapnya.