Rp3 Triliun Disiapkan untuk Pembebasan Lahan Tol Jogja-Solo di 2022

GM Lahan dan Utilitas PT Jogjasolo Margo Makmur MT Amin (kiri) bersama warga Cupuwatu 2 Purwomartani Kalasan yang menerima UGK pembangunan jalan Tol Jogja-Solo, Selasa (26/10). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak.
27 Oktober 2021 11:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Genaral Manager Lahan dan Utilitas PT Jogjasolo Margo Makmur MT Amin mengatakan secara umum proses pembebasan lahan baik di DIY maupun Jateng berjalan lancar. Konstruksi tetap berjalan di Kartasura, Jawa Tengah. Untuk di Purwomartani, katanya, masih menyelesaikan proses kliring lahan.

"Mungkin setelah Cupuwatu selesai dibebaskan kegiatan konstruksi bisa dilakukan. Mungkin dilaksanakan tahun ini, tapi saya masih perlu koordinasi dengan tim konstruksi dulu," katanya, Selasa (26/10/2021).

BACA JUGA : Punya Lahan 2.500 Meter tapi Hanya Dibeli 37 Meter, Warga Menolak Ganti Rugi Tol Jogja-Solo

Pihaknya menargetkan seluruh pembebasan lahan untuk Jogja-Solo bisa selesai maksimal pada pertengahan tahun 2022. Sebab selain menjadi batas waktu berlakunya Penlok (penetapan lokasi), pemerintah menyediakan dana Rp3 triliun untuk menyelesaikan pembebasan sisa lahan untuk seksi 1 di Klaten dan Sleman.

"Untuk anggaran tahun depan disediakan Rp5 triliun. Untuk menyelesaikan pembebasan lahan disediakan Rp3 triliun. Insyaallah pertengahan tahun depan selesai sebelum Penlok selesai Juli tahun depan semua sudah bisa dibebaskan. Keburu Penlok habis," katanya.

Salah seorang warga Cupuwatu 2 penerima UGK Purwantara mengatakan dua bidang tanah sawahnya terkena proyek jalan tol sekitar 1400 meter persegi. Ia mengaku UGK yang diterima sesuai dengan ekspektasinya. Bahkan dana yang diterima dibelikan sawah lagi.

"Luas sawah yang saya beli dua kali lipatnya. Misalnya saya gunakan dana UGK 700 meter persegi untuk membeli kembali sawah seluas 1400 meter persegi. Masih ada sisanya, separuhnya," kata Surantoro.

BACA JUGA : Bagaimana Kabar IPL Tol Jogja-Bandara YIA?

Sisa dari UGK yang dia terima, akan digunakan untuk membuka usaha. "Kebetulan sawah yang saya beli ada di sekitar lokasi exit tol di Bokoharjo, ya nanti sebagian tanahnya akan saya buatkan untuk usaha," kata karyawan swasta ini.