Pipa Darurat untuk Memenuhi Air Bersih di Prambanan Mulai Dibangun

Proses penyambungan pipa jaringan air bersih milik OPPA Prambanan untuk memenuhi kebutuhan warga di 13 dusun di Prambanan mulai dikerjakan, Minggu (21/11). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak.
21 November 2021 19:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pengerjaan pipa air bersih milik Organisasi Pengelola dan Pemakai Air (OPPA) Prambanan untuk memenuhi kebutuhan warga di 13 dusun di Prambanan mulai dikerjakan, Minggu (21/11). Proses pengerjaannya membutuhkan dua hari.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan pengerjaan sambungan pipa air bersih untuk kebutuhan warga di 13 dusun di lima kalurahan di Kapanewon Prambanan mulai dilakukan. Pipa air bersih ini pada Kamis (18/11) putus akibat tidak kuat menahan material sampah yang terbawa banjir setelah hujan turun deras di wilayah tersebut.

"Jadi penyambungan pipa air bersih yang putus terkena banjir di Jembatan Majasem mulai dikerjakan. Dalam proses pengelasan. Ada 14 batang pipa yang disambung dengan diameter 6 inci," katanya, Minggu (21/11).

Makwan mengatakan, selain untuk kebutuhan warga di 13 dusun supply air bersih tersebut juga dibutuhkan oleh sejumlah objek wisata di kawasan tersebut. Mulai dari Tebing Breksi, Obelix, Hotel Amaranta dan Abayagiri. Dia memperkirakan pengerjakaan jaringan pipa ini akan selesai dalam waktu dua hari.

"Sampai hari belum ada permintaan droping air dari warga. Mereka masih menggunakan air dalam tamdon untuk kebutuhan sehari-hari. Ya berhemat," katanya.

Diberitakan sebelumnya, pipa aliran air besir milik Organisasi Pengelola dan Pemakai Air (OPPA) Prambanan putus akibat tidak kuat menahan derasnya arus air Kali Plengkung, Sambirejo, Prambanan Sleman pada Kamis (18/11) petang. Ribuan KK di 13 dusun terancam kekurangan air bersih.

Carik Sambirejo Mujimin mengatakan jaringan pipa air bersih tersebut merupakan jalur utama untuk menyalurkan air bersih ke banyak wilayah. Sebab pipa yang patah itu merupakan jalur transmisi untuk menyalurkan air bersih ke 12 dusun. Meliputi 8 dusun di Sambirejo, dua dusun di Wukirharjo, satu dusun masing-masing di Bokoharjo, Sumberharjo dan Gayamharjo.

Tidak hanya berdampak pada ribuan KK di 13 dusun dan empat kalurahan, putusnya pipa jaringan air bersih tersebut juga berdampak pada kebutuhan air bersih untuk sejumlah destinasi wisata. Seperti Tebing Breksi, Obelix, Amaranta dan Abayagiri di Prambanan. "Untuk sementara kami pasang pipa secara by pass agar kebutuhan air warga tidak terganggu," kata Panewu Prambanan Ishadi Zayid.

Jika proses perbaikan jaringan pipa melebihi waktu sehari, lanjut Ishadi, maka pemerintah siap untuk mensupplai air bersih menggunakan tangki. Putusnya jaringan pipa tersebut, katanya termasuk dampak dari bencana akibat cuaca ekstrim saat ini. "Jika memang itu dibutuhkan warga, kami siap untuk supplai air besih. Namun sampai saat ini kami masih belum menerima keluhan dari warga. Kemungkinan warga masih menggunakan air di bak-bak penampungan," katanya.