Puluhan Tahun Warga Kedungwanglu Terisolasi, Jembatan Tak Kunjung Dibangun

Foto ilustrasi sungai. - Istimewa/Basarnas DIY
23 November 2021 15:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, PLAYEN – Pemerintah Kalurahan Banyusoco, Playen, Gunungkidul angkat tangan berkait dengan rencana pembangunan jembatan permanen di Dusun Kedungwanglu. Pemkab pun diminta turun tangan untuk membangunkan jembatan sehingga ratusan warga tidak lagi terisolasi saat terjadi banjir.

Lurah Banyusoco, Damanhuri mengatakan, tidak bisa membuat jembatan pengganti crossway yang membentang di Kali Prambutan karena keterbatasan anggaran. Padahal , untuk pembangunan membutuhkan anggaran Rp500 juta hingga Rp1 miliar. “Kami mohon bantuan dari pemkab karena keterbatasan anggaran yang dimiliki tidak bisa membangun sendiri,” kata Damanhuri, Selasa (23/11/2021).

Dia mencontohkan, untuk anggaran yang dimiliki kalurahan mencapai Rp2 miliar. Jumlah ini merupakan gabungan dari Dana Desa, Alokasi Dana Desa dari pemkab serta bagi hasil pajak dan juga pendapatan asli kalurahan. Plafon ini sudah digunakan untuk berbagai kegiatan mulai dari operasional kalurahan, penghasilan tetap pamong, pemberdayaan masyarakat, bantuan langsung tunai (BLT) untuk pandemic corona hingga pembangunan fisik.

BACA JUGA : Viral di Medsos, Ruas Jalan di Jogja Ini Sebaiknya Dihindari

“Untuk dana desa ada sekitar Rp1,2 miliar. Anggaran ini sangat mencukupi membangun jembatan di Kedungwanglu, tapi tidak mungkin dilakukan karena akan mengorbankan kegiatan lain. Selain itu, juga akan menimbulkan kecemburuan karena dusun lain juga membutuhkan bantuan program pembangunan,” katanya.

Program bantuan pembangunan melalui pemkab sudah pernah diajukan sejak beberapa tahun lalu. Meski demikian, hingga sekarang belum ada realisasinya. Damanhuri pun berharap ada bantuan sehingga warga tidak lagi khawatir akses terputus karena banjir. “Tahun lalu sempat ada tim dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah [Bappeda] melakukan survei, tapi tindaklanjutnya hingga sekarang tidak ada,” katanya.   

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, untuk sekarang belum bisa membantu karena terkendala status jalan. Sesuai kewenangan, pemkab hanya mengurusi masalah jalan kabupaten. Sedangkan, jalan yang melintas di crossway Dusun Kedungwanglu merupakan jalan desa. “Statusnya memang jalan desa dan ini menjadi kendala karena bukan kewenangan kami,” katanya.

Meski demikian, sambung Wadiyana, pemkab tak lantas berpangku tangan. Pasalnya, di 2019 lalu sudah mengajukan bantuan pembangunan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. “Sudah diajukan, tapi hingga sekarang belum ada tindaklanjutnya dari Pemerintah Pusat,” katanya.

BACA JUGA : FPRB: Normalisasi Sungai Diperlukan untuk Antisipasi Banjir

Terganggunya aktivitas warga di Dusun Kedungwanglu karena crossway terendam banjir sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Hingga sekarang belum ada solusi karena ratusan warga masih sering terisolasi karena putusnya akses karena banjir.

“Ada 470 jiwa yang terisolasi saat banjir Kali Prambutan. Di musim hujan ini, sudah empat kali terisolasi karena crossway terendam luapan air sungai,” kata Kepala Dusun Kedungwanglu, Burhan Tholib.