SMK-SMTI Yogyakarta Antar Anak Didik ke Dunia Kerja

Rr. Ening Kaekasiwi (kebaya merah) dan Restu Yuni Widayati (baju putih) dalam Wisuda Purna Siswa Ke-70 SMK-SMTI Yogyakarta di Hall Yudhistira, Jogja Expo Center, Banguntapan, Bantul. - Harian Jogja/Sirojul Khafid
24 November 2021 04:37 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)-SMTI Yogyakarta mewisuda 275 peserta didiknya. Jumlah ini berasal dari Program Studi (Prodi) Kimia Industri 121 peserta didik, Kimia Analisis 93, dan Teknik Mekatronika 61. Selain ijazah sekolah, peserta didik juga mendapat sertifikat keahlian baik tingkat nasional maupun internasional.

Menurut Kepala SMK-SMTI Yogyakarta, Rr. Ening Kaekasiwi, sebagian besar peserta didik yang lulus sudah bekerja di berbagai industri. Selain itu, adapula yang berwira usaha dan melanjutkan studi di jenjang yang lebih tinggi.

"Sebanyak 96,4 persen lulusan telah bekerja, melanjutkan studi, dan membuka usaha. Sementara 7,6 persen sisanya masih dalam proses," kata Ening selepas seremonial Wisuda Purna Siswa Ke-70 SMK-SMTI Yogyakarta di Hall Yudhistira, Jogja Expo Center, Banguntapan, Bantul.

Jumlah lulusan yang terserap kerja ini meningkat dari tahun sebelumnya. Hal ini salah satunya buah dari strategi pembelajaran yang menyesuaikan dengan keadaan pandemi Covid-19. Meski banyak batasan, namun transfer ilmu baik teori maupun praktik tetap harus maksimal. Selain itu, keterserapan ini juga bagian dari kerja sama sekolah dengan industri.

"Untuk para wisudawan dan wisudawati, ini merupakan awal dari kehidupan kalian. Kami hanya memberi sedikit ilmu. Untuk masa depan kalian di dunia kerja dan masyarakat, itu berasal dari pengalaman hidup yang harus dijalani sendiri. Jangan putus asa dan terus berproses," kata Ening.

Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI),Yedi Sabaryadi, mengatakan apabila pengembangan SMK di bawah Kementerian Perindustrian terus dilakukan, terutama secara excellent dan bertaraf internasional. Ini merupakan bagian dari pengembangan dunia industri, salah satunya dalam hal kecakapan sumber daya manusia.

Selain itu, perubahan zaman juga semakin menuntut sekolah meningkatkan standar, termasuk dalam menyongsong industri 4.0. "Saya berpesan, khususnya untuk civitas akademika SMK - SMTI Yogyakarta, untuk bergerak lebih cepat dalam mengembangkan kualitas pendidikan yang diselenggarakan, melaksanakan program sesuai visi yang telah ditetapkan, agar terus menjadi acuan bagi SMK lain," kata Yedi.

Menurut Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri, Restu Yuni Widayati, angka keterserapan lulusan SMK-SMTI Yogyakarta merupakan sebuah prestasi, terlebih masih di masa pandemi. Ini salah satu bukti bahwa kerja sama antara sekolah dan industri berjalan baik, mulai dari kesesuaian program studi, mata pelajaran, sampai aspek lainnya.

"Itu kunci utamanya. Lulusan harus siap bekerja. Pembelajaran dual system sangat penting, belajar teori tapi juga langsung ke industri," kata Restu.

Salah satu lulusan SMK-SMTI Yogyakarta Ke-70, Peter Ivan Devara, 19, berterima kasih kepada seluruh warga sekolah, yang telah membentuk karakter dan membimbing secara akademik. Dia merasa nilai-nilai yang ditekankan di sekolah seperti disiplin, sopan santun, dan lainnya sangat bermanfaat.

"Dari pengalaman akademi dan praktik di SMK-SMTI Yogyakarta, saya merasa tidak sulit untuk mendapatkan pekerjaan," kata Peter yang berasal dari prodi Kimia Analisis angkatan 2017. "Ilmu yang didapatkan di sekolah juga sangat aplikatif dan berguna saat di dunia kerja. Saya sudah bekerja di PT. Mondelez Indonesia sembari kuliah."

Dalam wisuda ke-70 ini, lulusan terbaik dari prodi Kimia Industri yaitu Afifah dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 87,28. Dari prodi Kimia Analisis lulusan terbaik Faurinnisa Mahendaru dengan IPK 89,55 dan dari Teknik Mekatronika Rifa'i Setiawan dengan IPK 85,87. Dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer tahun 2020-2021, SMK - SMTI Yogyakarta meraih peringkat terbaik kedua nasional dalam kategori SMK. (*)