Pemkot Jogja Klaim Pasokan Makanan Jelang Nataru Aman

Heroe Poerwadi (kiri) saat memantau harga bahan makanan di Pasar Kranggan, Jetis, Jogja, Rabu (24/11/2021).Ist - Pemkot Jogja
25 November 2021 05:27 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memastikan ketersediaan kebutuhan bahan pokok aman, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Mayoritas harga bahan kebutuhan pokok juga stabil. Saat ini baru harga minyak goreng yang mengalami kenaikan secara signifikan.

Hal ini berdasarkan pantauan pasar dari Dinas Perdagangan Kota Jogja, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) setempat, dan Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi. Selain itu, adapula pantauan supermarket di Jalan Hos Cokroaminoto.

Heroe mengatakan sejauh ini ketersediaan dan distribusi tidak ada masalah. Sementara untuk kenaikan harga minyak goreng merupakan dampak harga minyak Crude Palm Oil (CPO) secara internasional yang juga meningkat. Harga minyak goreng curah sekitar Rp19.000/kg dan minyak goreng kemasan sekitar Rp36.000/2 liter.

“Kalau dilihat, minyak goreng bukan persoalan pada stok barang, karena barang masih tersedia dan banyak. Harga terus naik dan masyarakat membelinya juga tidak seperti biasanya, hanya separuh- separuhnya, karena mereka nunggu harga turun,” kata Heroe di sela-sela pemantauan kebutuhan pokok di Pasar Kranggan, Jetis, Jogja, Rabu (24/11/2021).

Merespon naiknya harga minyak, Pemkot Jogja melakukan rapat koordinasi dengan kementerian terkait. Hal ini sebagai upaya menurunkan harga minyak goreng yang menjadi masalah secara nasional. Rencananya akan ada penugasan kepada produsen minyak goreng.

“Beberapa produsen minyak goreng sedang dikumpulkan pemerintah pusat agar harga minyak goreng bisa turun. Rencana dengan kemasan bantal yang sederhana dengan harga Rp14.000. Semoga rencana intervensi ini bisa menurunkan harga minyak goreng,” kata Heroe.

Selain itu, Pemkot Jogja bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) juga mendirikan Kios Segoro Amarto di beberapa pasar, termasuk Pasar Kranggan. Keberadaan Kios Segoro Amarto sebagai barometer menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok.

“Ini adalah bagian dari upaya agar harga-harga stabil, di harga yang sesuai ketentuan pemerintah. Fungsi kios ini untuk menstabilkan harga kebutuhan di pasaran. Kalau saat harga pasaran naik, harga di sini lebih rendah,” katanya.

Salah satu pedagang minyak goreng curah di Pasar Kranggan, Heri Yuwono mengatakan harga minyak goreng curah saat ini mencapai Rp19.000/kg. Sebelumnya harga minyak goreng curah berkisar Rp12.000 sampai Rp13.000/kg. “Naik-naik terus ini. Ini kemarin naik Rp1.000 sekarang turun Rp1.000, tapi masih tinggi banget. Semoga bisa turun, karena jualnya susah kalau naik. Penjualan berkurang banyak,” kata Heri.