Libur Akhir Tahun di Jogja Berlaku Ganjil Genap

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
25 November 2021 16:57 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memastikan akan menerapkan kebijakan ganjil genap kepada kendaraan yang hendak menuju ke tempat wisata saat PPKM Level 3 diterapkan. Selain itu, tidak ada penyekatan terhadap kendaraan yang masuk ke DIY.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan jika aturan mengenai PPKM Level 3 sudah sesuai yang direncanakan. Di mana, ASN diminta tidak mudik dan bepergian ke luar kota. Selain itu, tempat wisata juga tidak tutup.

"Tempat wisata dilakukan pengaturan, diisi maksimal 50 persen. Kami minta kepada teman-teman di destinasi wisata harus menaati aturan ini. Jika ada yang sampai membludak, ya akan kami tutup. Nanti boleh dibuka, jika sudah siap," katanya, Kamis (25/11/2021).

Selain itu, Aji menyebutkan jika pihaknya juga akan menerapkan kebijakan ganjil genap untuk kendaraan yang akan menuju objek wisata.

BACA JUGA: Empat Siswa di Kota Jogja Positif Covid-19 dari Hasil Skrining Acak

"Semisal nanti nomor ganjil boleh mengunjungi wilayah utara, genap di wilayah selatan. Besoknya tinggal diganti. Kebijakan ganjil genap juga akan diberlakukan di Malioboro. Untuk teknisnya nanti seperti apa, saat ini teman-teman di Dinas Perhubungan DIY sedang mengkaji dengan berbagai pihak," ungkap Aji.

Sementara terkait dengan penyekatan arus di jalan masuk DIY, Aji mengaku tidak akan dilakukan. Pemda DIY hanya akan menerapkan sampel tes swab antigen untuk kendaraan yang masuk ke DIY.

"Baik bus dan kendaraan pribadi. Yang penting tidak menimbulkan kemacetan nantinya," papar Aji.

Sementara Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan masih menunggu koordinasi dengan pemerintah pusat terkait penerapan PPKM level 3 di DIY. Sebab, sampai saat ini, Sultan mengaku belum ada komunikasi lanjutan usai dikeluarkannya Inmendagri terkait aturan PPKM level 3.

"Saat ini belum ada aktivitas, zoom juga belum. Setelah 2 desember mungkin," kata Sultan.

Sultan mengaku tidak mempermasalahkan jika level 3 kembali diberlakukan saat libur natal dan tahun baru 2022.

"Tidak perlu khawatir, biar ke level 3, kalau kita bisa kendalikan ya tetap mendatar sampai Nataru. Kan, kalau naik gampang, menurunkannya susah," jelas Sultan.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di tempat yang sama mengatakan telah siap menghadapi libur Nataru. Namun untuk kebijakan yang akan ditempuh, Pemkab Bantul masih akan menunggu koordinasi dengan pusat.

"Kalau pemerintah daerah kan tunduk dengan pemerintah pusat. Tidak ada rencana tutup pantai," ucap Halim.