Pedagang Pasar Gunungkidul Berkurang 40 Persen, Ini Penyebabnya
Pedagang pasar tradisional Gunungkidul berkurang 30%-40% akibat perdagangan online, pedagang keliling, dan minimnya generasi penerus.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, UMBULHARJO - Pemerintah Kota Jogja melaporkan terdapat empat murid yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil skiring acak yang dilakukan di sejumlah sekolah sejak awal pekan ini. Pelacakan terhadap temuan Covid-19 di wilayah itu dipastikan digencarkan guna mencegah kasus kian meluas.
Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, empat murid yang positif Covid-19 itu merupakan hasil dari tes acak kepada 1.015 di sejumlah sekolah di Kota Jogja. Semua murid yang terkonfirmasi itu juga merupakan orang tanpa gejala (OTG).
BACA JUGA : Sultan: Klaster Takziah Sedayu Membuat DIY Jadi Penyumbang
"Memang ada empat hasil skrining di sekolah, kondisinya OTG semua. Sekarang sedang kita lakukan pelacakan. Sudah saya pantau, pelacakan juga sudah berjalan 70 persen dan hasilnya negatif semua," ungkap Heroe, Kamis (25/11).
Heroe menjelaskan, murid yang terkonfirmasi Covid-19 itu beberapa bukan berasal dari Kota Jogja, sehingga pelacakan difokuskan di sekolah tempat murid belajar. Ada 59 yang diketahui kontak erat dengan murid tersebut. Sementara rombongan belajarnya ada sebanyak 17 per masing-masing murid.
"Kami curigai yang terdeteksi itu cangkangnya, karena Cycle Threshold [CT] itu ada yang sampai 37, 39, karena setelah kita tanya keluarganya ibunya ada yang bulan Juli lalu kena kemudian mereka isolasi. Tapi yang penting kalau kontak eratnya negatif berarti prokes di sekolah bagus," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Jogja, Budi Asrori mengatakan, sejauh ini pihaknya belum melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di wilayah setempat menyusul ditemukannya kasus Covid-19 di sekolah. Sebab, menurut Budi kondisi itu belum tergolong sebagai klaster dan penularannya tidak terjadi di sekolah.
"Belum ada evaluasi. Masih berjalan seperti biasa, jam belajar masih sama. Hanya sekolah yang kita tutup lima hari dan minta agar prokes dioptimalkan dan ketat lagi. Karena kan penularan itu dari keluarga bukan di sekolah," katanya.
BACA JUGA : Klaster Takziah di DIY Bikin Resah
Budi memastikan bahwa PTM tetap berlanjut di sekolah lainnya. Pihaknya juga telah melakukan surveilans di sejumlah sekolah lain di Kota Jogja. Pelacakan dan tes usap acap juga dilakukan menyeluruh. Hasilnya, tidak ditemukan kasus Covid-19 di sekolah tersebut. "Kita sudah ingatkan kepada sekolah untuk meningkatkan prokesnya dan tidak lengah di saat kondisi seperti sekarang," kata Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pedagang pasar tradisional Gunungkidul berkurang 30%-40% akibat perdagangan online, pedagang keliling, dan minimnya generasi penerus.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia lima kali perjalanan. Cek jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal Kereta Bandara YIA Kulonprogo hari ini tersedia untuk layanan Reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan YIA-Tugu Jogja dan sebaliknya.
Jadwal KRL Palur-Jogja Kamis 20 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia pagi hingga malam. Cek waktu keberangkatan dari tiap stasiun menuju Palur.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.