Bupati Halim Optimistis Bantul Bebas Covid-19 Akhir Tahun

Bupati Bantul saat meninjau mobil promosi kesehatan di kantor Dinas Kesehatan, Rabu (24/11/2021) - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
25 November 2021 02:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengklaim penanganan Covid-19 di Bumi Projotamansari terkendali dengan baik sehingga ia optimistis Bantul bisa bebas Covid-19 di akhir tahun ini.

“Mengapa optimistis? Karena tanda-tanda sudah kelihatan, walaupun ada klaster baru, walaupun ada paparan baru, semua tanpa gejala. Itu yang membuat optimisme saya. Tinggal sekarang vaksinasi harus terus dilanjutkan agar mencapai titik yang optimal,” kata Halim, seusai mengahdiri Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 di kantor Dinas Kesehatan Bantul, Rabu (24/11/2021).

Halim mengatakan capaian penanggulangan Covid-19 di Bantul sudah sangat signifikan karena vaksinasi sudah di 83% untuk dosis satu dan dosis dua 73%, kemudian paparan kasus baru Covid-19 setelah dilakukan penelitian hampir semuanya tanpa gejala atau OTG sehingga tidak perlu dibawa ke rumah sakit dan sebagian besar yang terpapar juga sudah sembuh.

Capaian signifikan penanggulangan Covid-19 tersebut terbukti dengan adanya penghargaan bahwa Bantul terbaik dalam tracing, testing, dan treatmen atau 3T. Bantul juga merupakan satu-satunya kabupaten yang memiliki Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC). Capaian tersebut meyakinkannya bahwa Bantul mampu mengendalikan Covid-19.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bantul per 23 November 2021, angka positif Covid-19 di Bantul saat ini yang sedang menjalani isolasi sebanyak 76 orang. Dari jumlah tersebut terbanyak di Sewon (13 kasus), Bantul (10), Bambanglipuro (9), Pundong (8), Kretek (7), Pajangan (6), Banguntapan (5), Pandak (5), Srandakan (4), Piyungan, Dlingo, dan Sedayu masing masing dua kasus. Sementara Sanden dan Jetis masing masing satu kasus.

Baca juga: Update 24 November: 5 Daerah Terbanyak Sumbang Covid-19 Termasuk Jogja

Meski demikian, Halim tetap meminta masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan (Prokes). “Prokes harus jadi budaya hidup walaupun misalnya pandemi di Bantul sudah hijau semua tetap prokes beberapa saat ke depan kita terapkan, termasuk pengaturan kerumunan kita lakukan sesuai ekalasi yang terjadi,” ujar Halim.

Layanan kesehatan

Dalam kesempatan tersebut, Halim juga menyampaikan bahwa Bantul meraih penghargaan Top 45 dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Inovasi Bantul yang mendapat penghargaan tersebut adalah Gerakan Peduli Masyarakat Sehat Jiwo (Gelimas Jiwo) dari UPTD Puskesmas Kasihan II.

Menurut Halim, Gelimas Jiwo adalah salah satu wujud gerakan sosial baru yang berfokus pada isu kesehatan jiwa. Gelimas Jiwo muncul karena minimnya pelayanan kesehatan jiwa dan tingginya stigma negatif terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di masyarakat. Gerakan tersebut merupakan inovasi untuk mengatasi masalah dalam penanganan ODGJ dan keluarganya, mulai dari ditemukannya sampai kembali produktif untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Bantul.

Dalam momentum HKN ini pihaknya akan terus menyempurnakan layanan kesehatan di rumah sakit, puskesmas dan pusat layanan kesehatan lainnya, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyakarat, terutama kesehatan ibu dan anak dan penyakit lain. “Kata kuncinya kalaborasi bagimana Dinas Kesehatan bersama semua apartur kesehatan berkalaborasi dengan panewu dan lurah jadi pihak yang melakukan pantauan dan kampanye kesehatan di masyarakat,” kata Halim.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bantul juga berkesempatan meresmikan mobil operasional promosi kesehatan yang dilengkapi dengan sound sistem, audio visual, multimedia dengan dukungan genset 2 KVA dan mobil gawat darurat maternal.