Korupsi Proyek GOR Cangkring, Dewan: Mempengaruhi Bangunan dan Boros Anggaran

Gedung Olahraga (GOR) Cangkring yang berada di Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates, Kulonprogo, pada Selasa (23/11/2021) - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
26 November 2021 22:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Kasus dugaan korupsi proyek GOR Cangkring bernilai lebih dari Rp13 miliar dan melibatkan PNS berinisial RS disorot DPRD Kulonprogo.

Kualitas bangunan GOR Cangkring yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kemenpora dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap keberlangsungan bangunan.

"Dampaknya akan berkali-kali membangun perbaikan dan memboroskan anggaran. Apabila [pembangunan GOR Cangkring] tidak direncanakan sesuai dengan umur bangunan yang ditentukan, maka bisa berdampak pada kegagalan bangunan dan itu merupakan kerugian negara," ungkap Ketua Komisi III DPRD Kulonprogo, Nur Eny Rahayu, Jumat (26/11/2021).

BACA JUGA: 5 Kebiasaan Makan Sederhana Ini Bikin Hidup Lebih Lama

Dikatakan Eny, sebuah pembangunan fasilitas umum seharusnya mengacu pada standar bangunan yang telah ditentukan. Dikarenakan, standardisasi pembangunan sebuah bangunan apalagi fasilitas umum akan berdampak kepada usia bangunan.

"Jika dalam proses pembangunannya dilakukan korupsi dan dampaknya dapat memperpendek usia bangunan. Maka, hal tersebut merupakan sebuah kerugian negara dan sebuah bentuk pelanggaran hukum karena berpotensi memboroskan anggaran untuk perbaikan kedepannya," terang Eny.

Kasus dugaan korupsi GOR Cangkring dikatakan Eny sudah layak disebut sebagai kasus korupsi apabila telah memenuhi tiga klausul. Di antaranya, proses pembangunannya merugikan negara, menguntungkan pribadi atau kelompok dan melawan mukum.

"Lembaga terkait diharapkan mampu melakukan penyelidikan mendalam terhadap proses pembangunan fasilitas olahraga yang berada di kapanewon Wates tersebut. Terlebih, penyelidikan terkait potensi berkurangnya umur bangunan karena pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi juga harus dilakukan," ujar politisi PKB Kulonprogo ini.