Kota Jogja Siapkan Rp1,8 Miliar untuk Penanganan Bencana

Warga membersihkan sisa material talut yang longsor di wilayah Taman Gajahwong, Muja-muju, Kamis (4/11/2021). - Harian Jogja - Yosef Leon
27 November 2021 16:57 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO--Pemerintah Kota Jogja menganggarkan Rp1,8 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 untuk urusan kebencanaan. Anggaran itu masuk ke dalam pos dana tidak terduga (DTT) yang disatukan dengan biaya penanuggulangan pandemi Covid-19.

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, merespons masuknya musim penghujan tindakan antisipasi disiapkan guna meminimalkan dampak bencana. Penggunaan anggaran itu nantinya dimungkinkan untuk urusan mitigasi, penanggulangan dan dampak kebencanaan.

BACA JUGA : Hujan Guyur DIY Lebih dari 24 Jam, Ini Daftar Bencana

"Sudah kita anggarkan di APBD 2021 yakni sebanyak Rp1,8 miliar, itu masih bisa direcofusing," kata Heroe, Sabtu (27/11).

Heroe menambahkan, pada 2021 ini sebenarnya postur APBD memang diperuntukkan bagi tanggap bencana. Hampir semua anggaran diperuntukkan bagi penanganan bencana pandemi Covid-19 termasuk pula bencana alam.

"Posturnya memang dibuat untuk tanggap bencana. Semua anggaran APBD juga kita arahkan untuk kebencanaan termasuk bencana alam," katanya.

Namun demikian, pihaknya berharap masuknya musim penghujan dan kian optimalnya penanganan Covid-19 tidak menimbulkan bencana alam yang besar dan mengkhawatirkan dari sisi anggaran yang telah direncanakan. Pihaknya berharap agar semua pihak berjaga atas kondisi musim penghujan.

"Dari sisi anggaran kita harap memang tidak ada bencana yang besar sekali sehingga menguras terlalu banyak dari perencanaan yang kita anggarkan," ujarnya.

Kepala BPBD Kota Jogja, Nur Hidayat mengatakan, anggaran kebencanaan yang masuk ke dalam pos DTT itu diperuntukkan bagi penyediaan peralatan mitigasi bencana. Selain itu, anggaran juga dimungkinkan untuk melakukan pembiayaan dampak bencana di fasilitas publik dan area pemukiman.

BACA JUGA : Bencana karena Cuaca Ekstrem Mengancam Sleman

"Biasanya bantuan permakanan, terpal, karung bagot, material dan perbaikan rumah yang tidak layak untuk dihuni karena korban bencana," katanya.