Kolam Koi Banguntapan Diprotes Warga, Ini Rekomendasi Pemkab Bantul Usai Pemeriksaan
Kolam koi 1,2 hektare di Banguntapan diprotes warga. Hasil pemeriksaan OPD Bantul merekomendasikan perbaikan, bukan penutupan.
Suasana pengukuhan kader anak Code di Kampung Jetisharjo oleh paguyuban KSE UGM bekerja sama dengan sekolah sungai, Sabtu (27/11). /Dok. KSE UGM
Harianjogja.com, JETIS - Paguyuban Karya Salemba Empat Universitas Gadjah Mada (KSE UGM) bekerja sama dengan sekolah sungai Kampung Jetisharjo mengukuhkan puluhan kader anak Code pada Sabtu (27/11/2021). Pengukuhan ini diharapkan menjadi semangat baru dalam upaya menjaga kelestarian dan ekosistem sungai.
Deputi Pengajaran Paguyuban KSE UGM, Widya Sukma Devi mengatakan, sebelumnya KSE UGM bersama sekolah sungai telah mengadakan berbagai kegiatan kepada sejumlah anak di Kampung Jetisharjo. Beragam kegiatan pembelajaran diarahkan untuk mengenal sungai beserta ekosistemnya kepada anak sejak dini.
BACA JUGA : PDM Jogja Bentuk Kader Lingkungan Hidup dan Ketahanan
"Kegiatan telah kami lakukan sejak satu bulan pada akhir pekan bisa indoor atau outdoor dan pengukuhan kader ini sebagai tanda bahwa mereka telah melewati proses," ujarnya.
Widya memaparkan, ada beberapa tema yang diajarkan pihaknya kepada para anak-anak di Kampung Jetisharjo. Diantaranya yakni berupa pengenalan jenis dan nama sungai, susur sungai dan pembelajaran ekosistem yang terdapat di sungai. Upaya ini dilakukan untuk mengenalkan pentingnya menjaga kelestarian sungai kepada anak.
"Kami juga kenalkan jenis-jenis sampah dan mengajarkan bahwa sungai bukan tempat membuang sampah," kata Widya.
Pengelola sekolah sungai Kampung Jetisharjo, Totok Pratopo menyebut, pengukuhan kader anak Code menandai bahwa mereka yang dilantik telah diberi pengetahuan tentang menjaga dan merawat sungai dari sampah. Anak-anak yang dikukuhkan diharapkan bisa menularkan semangat pelestarian kepada sebanyak mungkin anak-anak lain.
"Kita bisa lihat bahwa sekarang masih banyak sampah di sungai Code, harapan kita satu atau dua tahun lagi dengan semangat kader anak Code sungai ini bisa menjaga agar sungai bebas dari sampah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kolam koi 1,2 hektare di Banguntapan diprotes warga. Hasil pemeriksaan OPD Bantul merekomendasikan perbaikan, bukan penutupan.
Tim SAR masih mendalami temuan pelampung di wilayah Gunung Anak Krakatau yang diduga berkaitan dengan lima jurnalis hilang kontak.
UMKM Bantul, Injapan Corporation, telah delapan kali mengirim cabai beku ke Jepang dengan akumulasi transaksi mendekati Rp1 miliar.
Mulai Oktober 2026, warga Indonesia usia 17 tahun ke atas akan dibukakan rekening BRI untuk penyaluran bantuan pemerintah.
Kelok 23 Bantul akan diuji coba 14-20 September 2026. Bupati Bantul mengingatkan warga agar tidak menyerobot lahan untuk bangunan liar.
Nilai ekspor cabai DIY mencapai Rp749,9 juta pada 2026, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2025 meski frekuensi pengiriman menurun.