DIY Siapkan 32 Selter untuk Antisipasi Lonjakan Covid-19 saat Nataru

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
28 November 2021 21:17 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pemda DIY telah menyiapkan satu dari 32 selter yang dikelola untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 jelang libur Natal dan tahun baru 2022 (Nataru).

Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih menuturkan, meski menutup 31 selter pada tanggal 22 September 2021 lalu, seiring menurunnya angka Covid-19 di DIY, bukan berarti pihaknya tidak bersiap diri menghadapi kemungkinan lonjakan pasien Covid-19 jelang Nataru. Sebab, saat ini ada satu selter yang tetap dipersiapkan untuk menampung pasien Covid-19.

"Untuk selter Veteran [Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial, di Jalan Veteran, Kota Jogja] memang masih kami buka. Ini kami lakukan untuk antisipasi adanya lonjakan pasien Covid-19. Karena dalam beberapa hari terakhir memang ada peningkatan Covid-19, maka selter ini masih kami siagakan dan tidak tutup," katanya, Minggu (28/11/2021).

Meski demikian, Endang mengungkapkan, saat ini belum banyak pasien Covid-19 yang ditampung di selter berkapasitas 100 orang tersebut. Sebab, banyak pasien Covid-19 hasil tracing dan swab PCR acak dari kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) yang memilih melakukan isolasi mandiri di rumah. "Tapi, kalau memang butuh untuk dirawat di selter, selter tersebut siap untuk digunakan," jelasnya.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, jika saat ini selter yang ada di bawah pengelolaan Dinsos DIY siap menampung pasien Covid-19. Aji menilai kenaikan angka pasien Covid-19 beberapa hari terakhir disumbang dari banyaknya siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19 usai adanya swab acak PCR yang diterapkan di sejumlah sekolah.

Oleh karena itu, pihaknya meminta Satgas Covid-19 tingkat sekolah untuk mengecek sarana dan prasarana dari lokasi isolasi mandiri yang digunakan oleh siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Apakah ada kamar standart untuk dia. Tapi kalau isolasi di rumah tidak memungkinkan, nanti kami siapkan selter. Nanti dinas sosial yang akan bergerak," katanya.

Sementara data di Disdikpora DIY mencatat ada ratusan siswa sekolah di berbagai kabupaten/kota se-DIY positif Covid-19 setelah dilakukan swab PCR acak mulai pertengahan November 2021.

Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Sleman Priyo Santoso mengatakan, ada 19 siswa dan seorang guru terkonfirmasi positif Covid-19 usai dilakukan swab PCR acak di SMKN 1 Tempel, SMAN 1 Cangkringan, SMAN 1 Seyegan, dan SMAN 1 Pakem, 24 November lalu.

Alhasil, pihaknya menutup kegiatan PTM di 4 sekolah tersebut. Kegiatan pembelajaran dialihkan ke daring selama dua pekan.

"Tes sendiri akan terus kami lakukan. Sejauh ini baru 6 sekolah, ada 43 sekolah (SMA/SMK) yang kami ambil sampel," pungkasnya.

Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih mengatakan dari hasil tes acak yang menyasar total 890 responden dari 25 SMA/SMK se-Bantul sejak pertengahan November 2021, ada 13 siswa terkonfirmasi positif. Sedangkan untuk jenjang SD dan SMP dari total responden individu 575 siswa dari 34 sekolah, ada 33 kasus positif Covid-19.

"Untuk data dinamis, sebab proses survailens PTM masih berjalan," jelasnya.