Fenomena Api Seyegan Ternyata Bukan Gas Alam, Ahli Serahkan ke Polisi
Fenomena api Seyegan Sleman dipastikan bukan berasal dari gas alam. Polisi kini menyelidiki penyebab kemunculan api yang terjadi 126 kali.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, BANTUL--Disdikpora Bantul bakal mengikuti ketentuan penerapan libur semester di akhir tahun. Disdikpora juga bakal berencana memberikan sejumlah tugas kepada anak-anak selama liburan nanti.
Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko pada Kamis (2/12/2021) mengatakan lembaganya mengacu SE. No.29/2021 tentang penyelanggaran pembelajaran menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2022 untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi. Kebijakan itu mengatur siswa tidak boleh libur selama periode 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. "Kami di Bantul juga menindaklanjuti edaran tersebut," katanya, Kamis.
Tidak hanya siswa yang tidak diliburkan, ASN pun dilarang cuti atau pun mudik pada tanggal 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. "Sudah saya larang, pokoknya tidak ada PNS atau ASN yang melaksanakan cuti di Nataru ini,"
"Kita tetap mengacu pada kalender akademik. Kalender akademik sudah menjabarkan kebijakan dari Dinas Dikpora provinsi. Jadi kita nanti intinya di Dinas Pendidikan sudah pasti sepakat seragam," tuturnya.
BACA JUGA: Karang Taruna DIY Dukung Polisi Tindak Tegas Pelaku Klithih & Tawuran
Dikatakannya di masa pandemi, kemungkinan tetap ada beberapa sekolah yang PTM dengan ketat untuk mempersiapkan ujian. "Ada kegiatan persiapan-persiapan untuk yang kelas akhir, untuk bimbingan tambahan pelajaran," tuturnya.
"Kita hanya memgimbau, pokoknya ketika nanti libur akhir semester, dioptimalkan anak-anak di rumah. Kemudian juga orang tua untuk memberikan pengawasan yang ketat," ujarnya.
Selanjutnya dari sekolah dimungkinkan akan ada kegiatan-kegiatan terkait tugas-tugas akademik di periode libur Nataru. "Sehingga ini membatasi aktivitas anak-anak untuk terpancing keluar di akhir tahun ini," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena api Seyegan Sleman dipastikan bukan berasal dari gas alam. Polisi kini menyelidiki penyebab kemunculan api yang terjadi 126 kali.
Fenomena bediding membuat suhu Gunungkidul turun hingga 19,3 derajat Celsius. Warga diminta waspada terhadap batuk, pilek, dan penurunan daya tahan tubuh.
Pakar mengingatkan terlalu sering memantau data kesehatan melalui smartwatch dapat memicu kecemasan dan berdampak pada kesehatan mental.
Vietnam mulai membatasi sepeda motor bensin di pusat Hanoi melalui zona rendah emisi yang diterapkan bertahap hingga 2028.
Alessandro Bastoni menjadi subjek penyelidikan kejaksaan Milan dalam kasus dugaan prostitusi anak di bawah umur yang masih terus didalami.
Kemensos dan Sari Roti memberdayakan 417 penerima PKH di DIY dan Jateng menjadi penjual roti melalui program pelatihan dan pendampingan.