Karang Taruna DIY Dukung Polisi Tindak Tegas Pelaku Klithih & Tawuran

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Condrokirono - Istimewa
02 Desember 2021 16:52 WIB Budi Cahyana Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Karang Taruna DIY menyampaikan dukungan kepada aparat kepolisian untuk menindak tegas para pelaku klithih dan tawuran yang akhir-akhir ini marak di provinsi ini.

Ketua Karang Taruna DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Condrokirono, menegaskan bahwa klithih dan tawuran yang terjadi akhir-akhir ini sudah cukup meresahkan masyarakat. Selain merusak fasilitas umum, perilaku tersebut juga menimbulkan korban jiwa.

“Dengan latar belakang situasi tersebut, Karang Taruna DIY mendukung langkah-langkah tegas aparat kepolisian untuk menindak secara hukum pelaku klithih dan tawurang antargeng di semua wilayah DIY. Kami menghimbau kepada pengurus karang taruna kabupaten dan kota, pengurus karang taruna kapanewon dan kemantren serta pengurus karang taruna kalurahan untuk aktif melakukan upaya pencegahan klitih dan tawuran antar geng dengan menginisiasi kegiatan-kegiatan yang memberdayakan pelajar dan pemuda. Terakhir, kami mengajak kepada seluruh kelompok masyarakat, organisasi kemasyarakatan serta organsasi kepemudaan di DIY untuk mendukung pemeritah daerah DIY dalam menangani klithih dan tawuran antar geng dengan mengedepankan pendekatan keluarga dan budaya,” kata GKR Condrokirono melalui keterangan tertulis, Kamis (2/12/2021).

Karang Taruna DIY juga siap untuk bermitra dengan dinas atau instansi terkait untuk mencegah klithih dan tawuran antargeng. Kemitraan ini dapat dilakukan tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga bisa diturunkan sampai dengan tingkat kalurahan.

Gusti Kirono juga menjelaskan dengan jejaring karang taruna yang sampai tingkat desa dan dusun, upaya pencegahan klitih bisa efektif.

“Karang taruna di tingkat dusun dapat menjadi sistem peringatan dini  (early warning system) apabila ada potensi klitih atau tawuran yang akan muncul. Dengan sinergi antarpihak, termasuk di dalamnya karang taruna, keamanan dan kenyamanan masyarakat Jogja dapat terwujud,” ujar dia. (*)

Sumber : Siaran Pers