Ratusan Komunitas Digerakkan untuk Bantu Tangani Persoalan Sampah

Pertemuan jejaring pengelola sampah mandiri di Sleman, Kamis (2/12/2021). - Ist.
03 Desember 2021 07:07 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN --Ratusan komunitas digerakkan untuk bersama-sama membantu menangani sampah di DIY melalui Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Sehati. Kelompok ini bekerja sama dengan Prodi Teknik Lingkungan UII untuk menerapkan teknologi penanganan sampah berbasis masyarakat.

Ketua JPSM Sehati Hijrah Purnama Putra menjelaskan ada ratusan komunitas yang bergabung dengan berbagai model cara pengelolaan sampah, mulai dari bank sampah, sedekah sampah, TPS3R, sekolah ramah lingkungan hingga perajin daur ulang sampah. Mereka ada yang dibentuk secara mandiri maupun oleh dinas terkait dengan mengelola sampah baik tingkat RT, RW hingga kalurahan. Komunitas ini diwadahi untuk dapat terhubung dengan pemerintah perguruan tinggi dan swasta dengan harapan dapat membantu menangani sampah di DIY.

BACA JUGA : Fantastis! Ini Jumlah Volume Sampah yang Dihasilkan

Lewat komunitas ini harapannya dapat mengedukasi masyarakat sebagai penghasil sampah agar ikut bertanggungjawab sehingga secara sadar mulai melakukan pemilahan saat di rumah. “Baru yang sudah benar-benar residu yang sudah tidak bisa diapa-apakan masuk ke truk dibuang ke TPST. Saat ini sudah terkumpul sebanyak 127 komunitas, mungkin masih banyak komunitas lain yang belum bergabung,” katanya dalam Penyerahan Hibah Bina Lingkungan dari UII kepada JPSM di Balai Kalurahan, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Kamis (2/12/2021).

Ia menambahkan perkumpulan komunitas itu bersifat sukarelawan untuk bersama-sama membantu menangani sampah. Berbagai pertemuan digelar di tingkat desa secara berpindah-pindah dengan dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup. “Tantangannya saat belum tersebar secara merata, sehingga kami berusaha menggaungkan muncul komunitas baru di sisi lain yang lama juga tetap semangat, tujuannya untuk mengurangi sampah,” ujarnya.

Sekretaris Prodi Teknik Lingkungan UII Awaluddin Nurmiyanto menyatakan dukungannya terhadap JPSM bersama komunitas melalui hibah dalam rangka mengatasi persoalan sampah. Adapun hibah tersebut dikelola langsung oleh JPSM melalui beragam bentuk pengelolaan program, peralatan hingga sosialisasi ke masyarakat. Ia berharap untuk inovasi peralatan pengelolaan sampah nantinya bisa dicontoh oleh sebagian besar komunitas sehingga dampaknya lebih luas.

“Saat ini memang baru JPSM yang kami sasar, harapan seperti peralatan itu bisa ditiru juga ke kelompok lain,” ujarnya.

BACA JUGA : TPST Piyungan Tutup 2 Hari, Sampah di Kota Jogja Menumpuk

Persoalan sampah di DIY memang cukup rumit karena kondisi TPST Piyungan yang sudah melebihi kapasitas yang sudah tidak bisa diapa-apakan kecuali meninggikan talut. Oleh karena itu salah satu langkah yang harus ditempuh adalah mengurangi sumber sampah agar tidak banyak yang masuk ke TPST. Di sisi lain, jika ekonomi makin berkembang maka volume sampah juga meningkat.

“Sehingga edukasi perlu terus dilakukan ke masyarakat. Saya melihat JPSM ini tepat karena anggotanya sebagian besar senior, dia bisa mengedukasi pada generasi agar terus mengurangi sampah,” katanya.