Polisi: Siskaee Bikin Foto & Video Porno di Mal, Toilet Pesawat hingga Tol

Tangkapan layar ekshibisionisme di Bandara YIA Kulonprogo. - Twitter
07 Desember 2021 20:47 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Tersangka kasus pamer alat kelamin di Bandara YIA kini telah ditangkap polisi. Dari penyelidikan polisi, perempuan yang kondang dikenal dengan sebutan Siskaeee itu melakukan aksi ekshibisionisme di berbagai tempat umum.

Polda DIY mengungkap motif Siskaeee atau FCN 23 tahun tersangka pemeran video tak senonoh di Bandara YIA beberapa waktu lalu yang kerap melakukan aksi ekshibisionisme di tempat publik dan mempertontonkan aksinya ke orang yang tak dikenal. Dia kerap melakukan aksi itu karena didorong oleh hasrat kepuasaan seksual.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIY, AKBP Roberto Pasaribu mengatakan, berdasarkan pemeriksaan psikologis FCN kerap memamerkan organ intimnya ke orang lain dan ditargetkan pada orang yang tak dikenal serta di tempat-tempat publik. Secara pribadi dia berkeinginan kuat agar seseorang melihat atau menonton aksinya.

"Perilakunya sering impulsive dan kompulsif, di mana saat yang sama ia merasa gembira, takut, gelisah dan mendapatkan kepuasan dengan memamerkan kelamin atau bagian tubuh yang lain," kata Roberto, Selasa (7/12/2021).

BACA JUGA: Varian Omicron Diduga Sudah Menyebar di Indonesia

Roberto menyebut, motif tersangka melakukan aksi ekshibisionisme dipicu untuk memenuhi kepuasan seksual dan juga untuk mendapatkan penghasilan. Ia telah melakukan kegiatan tersebut seperti merekam, memposting foto atau video pornografi sejak 2017 lalu sampai pada saat ini.

"Ada tujuh situs yang digunakan FCN untuk memposting setiap konten yang dibuatnya, diantaranya ada yang sudah dibanned dan masih ada beberapa yang bisa diakses serta mendapatkan bayaran," katanya.

Rata-rata penghasilan FCN yang didapatkan setiap bulannya dari konten tersebut yakni sebanyak Rp15 juta sampai dengan Rp20 juta. Keuntungan tersebut diperolehnya dari akun onlyfans untuk tiap subcriber atau member adalah sebesar 5 dollar dan penghasilan tersebut bisa diwithdraw ketika mendapatkan akumulasi sebesar 500 dollar.

"Ada tiga daerah yang sering digunakan FCN untuk pengambilan video dan foto yaitu di Jogja, Jakarta dan Bali, diantara daerah tersebut tersangka sering melakukan pengambilan video di tempat umum [mall, parkiran, rest area jalan tol, toko buku, swalayan dll] dan di ruangan tertutup [kos, hotel, tempat gym, kamar mandi pesawat dll]," jelasnya.