Peternak Ayam Petelur Bantul Masih Tombok, Harga Pakan Jadi Biang Masalah
Peternak penerima bantuan 600 ayam petelur di Bantul belum meraup untung. Harga pakan tinggi membuat biaya operasional ditutup uang pribadi.
Suasana di Terminal Giwangan, Kamis (6/5/2021)-Harian Jogja/Sirojul Khafid
Harianjogja.com, UMBULHARJO - Dinas Perhubungan Kota Jogja menyebut bakal mengandalkan pengawasan lewat kamera pengintai atau CCTV dalam mengoptimalkan kebijakan satu pintu masuk bus wisata lewat terminal Giwangan. Hal ini diterapkan karena masih ada temuan bus wisata yang lolos skrining dan tidak melewati terminal Giwangan saat masuk ke wilayah setempat.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho mengatakan, sejak diberlakukannya skema skrining wisatawan asal luar daerah pihaknya masih menemui bus wisata yang bandel dan tidak menjalani pemeriksaan dokumen kelengkapan melalui terminal Giwangan. Hal itu ditakutkan bakal memicu penyebaran Covid-19.
BACA JUGA : Siap-Siap! Bus Pariwisata yang Penumpangnya Melebihi 50
"Sampai sekarang kita masih menemukan beberapa bus pariwisata yang langsung menuju tempat oleh-oleh atau hotel. Tentunya itu menjadi kekhawatiran, jangan sampai wisatawan yang tidak terskrining itu beraktivitas dan memicu penyebaranCovid-19," kata Agus, Rabu (8/12/2021).
Agus menjelaskan, banyak alasan bus wisata tidak mau melewati terminal Giwangan untuk proses skrining. Mereka kerap berkilah dan enggan mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemerintah guna meminimalkan penyebaran Covid-19.
"Yang kita temui di lapangan alasannya macam-macam, manusiawi lah. Nggak mau diatur, mencari kepentingannya masing-masing. Padahal, aturan ini kan demi kepentingan semua pihak, agar semua nyaman," imbuh Agus.
Oleh karenanya, Dinas Perhubungan akan memaksimalkan pengawasan lewat kamera pengintai kepada bus wisata yang membandel itu. Saat ini terdapat puluhan kamera pengintai yang terpasang di titik-titik strategis Kota Jogja. Petugas nantinya akan langsung menghubungi perusahaan otobus (PO) masing-masing jika kedapatan melanggar aturan satu pintu masuk.
"Nanti akan kami catat bus wisata yang berperilaku seperti itu, lalu kita hubungi by phone kepada PO-nya. Kita minta kerjasamanya semua pihak, ini demi pengendalian Covid-19," ujarnya.
BACA JUGA : Pemkot Jogja Minta Pedagang Oleh-Oleh Jangan Layani Bus
Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, intensitas kendaraan wisata terutama bus terpantau menurun pada bulan ini dibandingkan dengan bulan lalu. Untuk itu, pengawasan kepada wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi nantinya juga bakal dimaksimalkan.
"Desember ini angkutan wisata ini cenderung turun, tidak seperti November kemarin. Kalau November itu kan bisa 400 bus tiap pekan. Desember ini hanya sekitar 350 bus yang masuk," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peternak penerima bantuan 600 ayam petelur di Bantul belum meraup untung. Harga pakan tinggi membuat biaya operasional ditutup uang pribadi.
Jorge Jesus menanggapi keputusan Cristiano Ronaldo pensiun dari Portugal. Ia mengaku konflik mungkin mempercepat keputusan tersebut, tetapi tak merasa bersalah.
Disdukcapil Bantul mengevaluasi inovasi Aksi Mesra dan meminta 14 gereja memperbarui kerja sama pencatatan perkawinan agar layanan adminduk tetap berjalan.
Survei Greenhouse menemukan 45% pencari kerja di AS tak mendapat kabar setelah wawancara. Fenomena job ghosting membuat kandidat frustrasi.
Marc Marquez berpeluang memecahkan tiga rekor jika mengunci gelar juara dunia MotoGP 2026 di Qatar akhir pekan ini.
Sevilla ditahan Alaves 0-0 di La Liga setelah penalti Ruben Vargas digagalkan Antonio Sivera pada menit ke-32.