Bantul Klaim Stok Pangan Jelang Nataru Masih Aman

Foto ilustrasi kebutuhan sembako di pasar. - Harian Jogja/Holy Kartika N.S
08 Desember 2021 17:07 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Beras, gula dan minyak goreng sebagai salah beberapa bahan pokok utama masyarakat Bantul terus dimonitor ketersediannya menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022. Dinas Perdagangan Bantul mencatat simpanan beras di distributor sembako sampai kini masih ratusan ton.

Kepala Seksi Distribusi dan Harga Barang Kebutuhan Pokok, Dinas Perdagangan Bantul, Zuhriyatun Nur Handayani menjelaskan bila Disdag Bantul telah melakukan monitor ketersediaan bahan pokok di tiga distrubutor sembako. Hasilnya, beras yang menjadi salah satu komoditas utama ketersediannya masih aman sampai kini.

BACA JUGA : Jelang Natal Ketersediaan Bahan Pokok Terus Dipantau

"Untuk komoditas beras premium stok 225 ton dengan harga Rp9.500 - 10.000 per kilogram. Untuk beras kualitas medium stok saat ini 105 ton dengan harga Rp8.000 - 8.500 per kilogram," terangnya pada Selasa (7/12) malam.

Selain beras, stok gula pasir dan minyak goreng jelang Nataru pun diperiksa. Dari pengecekan di tiga disributor, Nani menyatakan bila stok dua komoditas tersebut juga terhitung nasih aman hinga Bataru nanti.

"Untuk gula pasir stok saat ini 538,55 ton, dengan harga Rp11.500 per kilogram. Untuk minyak goreng kemasan stoknya sebanyak 80.950 liter, dengan rentang harga Rp18.400 - 18.700 per liternya," tandas Nani.

Pemeriksaan stok bahan pokok akan terus dilakukan Disdag hingga mendekati hari raya nanti. Distributor sembako menjadi salah satu sasaran pengecekan ketersediaan pangan. "Selama satu pekan dari 6 - 10 Desember kami mengagendakan monitoring ketersediaan dan harga barang kebutuhan pokok ke beberapa distributor," terangnya.

Dari hasil pengecekan sementara, Nani menyimpulkan ketersediaan bahan pokok masih aman untuk beberapa waktu kedepan. "InsyaAllah stok aman dalam menghadapi Nataru. Itu hanya hasil pemantauan dari tiha distributor, setiap hari barang keluar masuk sehingga tidak terjadi kekurangan," tukasnya.

Sebelumnya Plt. Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Sukrisna Dwi Susanta menjelaskan pemantauan ketersediaan bahan pokok rutin dilakukan di akhir tahun. Terlebih ada kemungkinan warga mudik saat Nataru, sehingga kebutuhan bahan pokok meningkat.

BACA JUGA : Setahun Tanpa Penghasilan Tetap, Komunitas Malioboro

"Biasanya kan liburan banyak orang yang pulang ke kampung. Berarti dengan pulang kampung itu, volume kebutuhan pokoknya juga meningkat. Dengan adanya permintaan yang cukup meningkat kan ketersediaan bahan pokok juga harus selaras dengan itu jangan sampai terjadi kelangkaan bahan pokok," tegasnya.