Bandara YIA Krisis Keuangan, Pemda DIY Bantah karena Lokasi Jauh

Suasana bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada Sabtu (1/5/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
09 Desember 2021 15:37 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pemda DIY angkat bicara ihwal krisis keuangan yang mendera PT Angkasa Pura I.

PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) belum lama ini menyatakan merasionalisasi sejumlah lini bisnis dan mengurangi karyawan. Kebijakan ini diambil karena minimnya pendapatan selama pandemi Covid-19.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, kerugian yang dialami oleh PT Angkasa Pura I lebih dikarenakan adanya bencana Covid-19.

Pandemi Covid-19 membuat masyarakat tidak melakukan perjalanan. Hal sama juga dilakukan oleh lembaga atau organisasi perangkat daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak banyak melakukan perjalanan.

Hal ini berdampak kepada operasional YIA. Karena minimnya warga maupun lembaga melakukan perjalanan, membuat pendapatan YIA dan pedagang serta UKM di kawasan bandara berkurang.

"Jadi tidak rugi, kalau tidak ada pandemi Covid-19. Di Adisutjipto saja kita sudah overload kan," kata Aji, Kamis (9/12/2021).

Namun, seiring dengan perjalanan waktu, diakui Aji, adanya kelonggaran dari pemerintah dan menurunnya angka Covid-19 mendorong masyakarat mulai kembali melakukan perjalanan.

"Mudah-mudahan ini mulai menggeliat. Perjalanan juga mulai banyak orang bahkan kita juga berharap nanti banyak directflight [penerbangan langsung] dari luar negeri," harap Aji.

BACA JUGA: Pembatasan Mobilitas Akhir Tahun Diperlukan untuk Cegah Covid-19

Aji menandaskan, kerugian yang dialami oleh YIA bukan karena lokasi bandara. Sebab, meski lokasi YIA jauh dari Kota Jogja, hal itu bisa diatasi dengan sejumlah moda transportasi darat, baik mobil maupun angkutan kereta.

"Apalagi sebentar lagi kita punya tol di sana. Jadi orang datang ke jogja itu tidak datang ke Jogja bukan karena YIA jauh, ya, karena pandemi," tandas Aji.

Sebelumnya, PTS General Manager Bandara Internasional Yogyakarta, Agus Pandu Purnama, mengatakan sejumlah langkah rasionalisasi akan ditempuh oleh perseroan mengingat selama pandemi Covid-19 jumlah penumpang di Bandara YIA tidak memenuhi target.

Dikatakan Agus Pandu, target penumpang bandara YIA tidak terpenuhi. Pada 2020 silam, perseroan menargetkan jumlah penumpang mencapai 10 juta penumpang. Namun, realisasinya hanya mencapai 98.000 penumpang atau hanya 10 persen.