Minat Anak Gunungkidul Melanjutkan Sekolah Masih Rendah

Ilustrasi - Antara
09 Desember 2021 07:37 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Minat pelajar di Gunungkidul melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi rupanya masih rendah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Gunungkidul pada 2018-2020, rata-rata lama sekolah masyarakat di Gunungkidul selama tujuh tahun.

BACA JUGA: Kabar Baik, Herd Immunity dari Covid-19 Sudah Terbentuk di DIY

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Kisworo juga membenarkan saat ini rata-rata masyarakat mengenyam pendidikan tidak lama waktunya. Untuk mengatasi masalah ini, Kisworo menilai perlu peran banyak pihak, tidak bisa hanya Disdikpora Gunungkidul.

“Jadi memang kami [wilayah Gunungkidul] paling rendah lama sekolah di DIY. Perlu sinergi dari banyak pihak, untuk meningkatkan lama waktu sekolah. Selain juga menekan angka putus sekolah,” ucap Kisworo, Rabu (8/12).

Meski saat ini minat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi masih minim, namun Ia menilai dengan munculnya sejumlah Perguruan Tinggi berlokasi di Gunungkidul, seperti UGK, STAIYO maupun UNY, menjadi harapan meningkatkan minat masyarakat, untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin. “Kami harapkan itu menjadi motivasi masyarakat,” ucap Kisworo.

Dia menilai yang menjadi tantangan untuk meningkatkan lama sekolah, saat ini ada sejumlah hal. Seperti permasalahan ekonomi. “Kalau masalah ini, kami sudah upayakan ada beasiswa untuk siswa agar dapat melanjutkan pendidikan seperti belum lama ini ada beasiswa Gunungkidul Cerdas,” ucap Kisworo.

Selain itu juga kurangnya motivasi untuk para pelajar melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kisworo juga menyoroti termasuk di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara daring, dan siswa lebih banyak di rumah, bisa menurunkan motivasi siswa untuk bersekolah. Tantangan lain, pernikahan dini di usia pelajar yang menjadikan anak meninggalkan sekolah.

BACA JUGA: Banyak Bus Pariwisata Tak Lewat Terminal Giwangan, Kota Jogja Akan Memaksimalkan Pengawasan dengan CCTV

Rendahnya lama sekolah masyarakat, berimplikasi pada kualitas indeks pembangunan manusia. Berdasar data BPS pada 2020 angka harapan lama sekolah di Gunungkidul juga terendah di DIY dengan 12,97 tahun. Sementara, Indeks Pembangunan Manusia di Gunungkidul pada tahun yang sama, juga terendah di DIY di angka 69,98.

Indeks Pembangunan Manusia terdapat tiga variabel, salah satunya lama sekolah. “Jika lama sekolah rendah, tentunya memengaruhi itu [indeks pembangunan manusia] dan tentunya berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia,” ucap Kisworo.