Kasus Bunuh Diri di Gunungkidul Meningkat Tajam Selama 2021

Ilustrasi Bunuh Diri
09 Desember 2021 20:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasus bunuh diri di Gunungkidul sepanjang 2021 meningkat jika dibandingkan pada 2020. Peningkatan yang ada terbilang tinggi.

Pada awal Desember 2021 tercatat jumlah kasus bunuh diri mencapai 38 kasus, dengan rincian 37 dengan gantung diri, dan satu orang dengan meminum racun. Sementara tahun lalu tercatat 29 kasus bunuh diri, 26 diantaranya melakukan dengan gantung diri, dan tiga lainnya meminum racun.

“Tiga Kapanewon tertinggi antara lain Wonosari, Karangmojo, dan Semin. Masing-masing ada empat kasus bunuh diri,” ujar Kasubbag Humas Polres Gunungkidul Iptu Suryanto, Kamis (9/12/2021).

Polres Gunungkidul terus melakukan berbagai upaya untuk, mencegah kasus terus berulang. Koordinasi dengan Pemkab Gunungkidul pun terus dilakukan, baik dengan sosialisasi hingga pendampingan.

BACA JUGA: Omicron Mengganas, WHO Minta Seluruh Pemerintahan Kaji Ulang Penanganan Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dewi Irawaty mengungkapkan kasus bunuh diri, sangat erat kaitannya dengan kesehatan jiwa masyarakat. “Salah satu penyebabnya adalah kondisi kejiwaan pelaku bunuh diri terganggu. Biasanya ada masalah kejiwaan sebelumnya, meski memang sulit terdeteksi,” ujar Dewi.

Untuk mencegah kasus bunuh diri yang terus berulang, dikatakan Dewi, selain dari kelompok rentan yang harus bisa mengelola kesehatan jiwa, juga penting peran dari masyarakat. Kondisi yang stabil akan menjauhkan kelompok rentan dari potensi bunuh diri.

“Edukasi tidak hanya pada kelompok rentan, tetapi juga orang terdekat. Keluarga harus mampu menerima, dan memperlakukan anggotanya yang mengalami gangguan jiwa, dengan baik. Perlu peran semua pihak memberi dukungan,” ucap Dewi.