Tahun Pandemi Berlalu, Kota Jogja Bangkit di Tahun Baru

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti saat memberikan tandatangan dalam rapat paripurna DPRD Kota Jogja. - Ist.
13 Desember 2021 07:17 WIB Media Digital Jogja Share :

Tahun 2021 dilewati dengan berbagai macam tantangan khususnya di bidang kesehatan oleh Pemkot Jogja. Penanganan pandemi Covid-19 menyita banyak waktu, tenaga dan biaya.

Walikota Jogja, Haryadi Suyuti mengatakan, dengan upaya segenap pihak penanganan pandemi Covid-19 di wilayah setempat mulai bisa dioptimalkan. Kerja keras para relawan, tenaga kesehatan dan masyarakat umum kian membuahkan hasil.

Kasus Covid-19 pada akhir tahun ini pun terlihat terus melandai. Selain penegakan protokol kesehatan yang terus diupayakan optimal, Pemkot juga menggenjot capaian vaksinasi demi percepatan penanganan Covid-19.

"Terbukti dengan sinergi pemerintah dan masyarakat umum, kita bisa menyukseskan program vaksin hingga tercapainya kekebalan komunal," kata Haryadi.

Haryadi menyebut, pandemi Covid-19 yang masih mengintai akan menjadi fokus perhatian Pemkot Jogja pada tahun mendatang. Hanya saja, upaya-upaya untuk pemulihan ekonomi juga digenjot seiring dengan pengoptimalan program lain.

"Kita harapkan pemulihan pandemi bisa kian optimal tahun depan. Sambil perlahan-lahan kita juga fokus pada upaya pemulihan sektor ekonomi yang kini mulai menggeliat," kata dia.

Pemulihan Ekonomi

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, upaya pemulihan ekonomi menjadi prioritas dalam tahun 2022 mendatang. Hal itu tercermin dari alokasi RAPBD yang telah disusun untuk 2022 nanti.

"Di tahun 2022 kami mengusung tema pembangunan daerah dengan peningkatan infrastruktur dan perekonomian kreatif berbasis pariwisata untuk kesejahteraan masyarakat," kata Heroe.

Heroe mengatakan, kunci pembangunan tersebut pada tahun depan akan fokus pada tiga sektor yakni ekonomi kreatif, pariwisata budaya dan keberdayaan masyarakat.

Ekonomi kreatif akan menekankan kepada perekonomian yang kreatif sebagai sumber-sumber penggerak ekonomi masyarakat yang terbukti mampu bertahan dan beradaptasi dari krisis akibat pandemi.

Pada pariwisata budaya yang juga sebagai penggerak kegiatan di Kota Jogja akan didukung melalui perwujudan unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan unsur kenangan.

"Hal ini tentunya membuat kita semua untuk bersama-sama mendorong tumbuhnya UMKM di saat pandemi seperti saat ini. Ekonomi kreatif inilah harapannya bisa terus berkreasi dalam era modern yang dalam perkembangannya menggunakan teknologi digital," jelasnya.

Layanan Publik

Sekretaris Daerah Kota Jogja, Aman Yuriadijaya menyebut, perkembangan teknologi digital tidak bisa dilepaskan dengan sektor layanan di pemerintahan. Mau tidak mau, Pemkot mesti beradaptasi dengan menghadirkan percepatan layanan secara digital bagi masyarakat.

Kehadiran Jogja Smart Service (JSS) menjadi andalan Pemkot dalam menghadirkan layanan publik secara daring. Pihaknya berharap, bakal ada tambahan layanan baru yang nantinya bisa diintegrasikan ke dalam JSS untuk memudahkan layanan ke masyarakat.

"JSS ini ibarat Balaikota di dunia maya. Sejak dilaunching tanggal 7 Juni 2018, total ada 176 layanan hingga saat ini dan akan terus bertambah dengan konsep single ID, single window, single sign on dan kita harap bisa terus bertambah lewat inovasi baru untuk kian mendekatkan layanan kepada masyarakat," kata Aman.

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, tahu 2021 merupakan tantangan yang berat bagi tiap-tiap daerah tak terkecuali bagi kota pelajar. Masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) dan pejabat tinggi disibukkan dengan penanganan dan pengendalian Covid-19.  

"Sejak kasus Covid-19 meningkat, pada saat puncaknya kasus di Juni itu kita mengalami banyak hal mulai kelangkaan oksigen, tempat tidur pasien yang terbatas, selter penuh dan sebagainya. Itu bisa dikendalikan cukup cepat bahkan September turun drastis sampai saat ini," katanya.

Menurut dia, kolaborasi dan upaya bersama adalah kunci dalam penanganan Covid-19. Saat kasus Covid-19 melonjak, masing-masing OPD sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya melakukan berbagai hal untuk percepatan penanganan pandemi. Upaya itu tidak sia-sia, dan di akhir tahun ini dampak pandemi sudah bisa ditangani optimal.

"Misalnya saja Dinas Sosial mengupayakan agar bantuan permakanan isoman tercukupi, Dinas PU mengaktifkan rusun menjadi selter, Dinas Perlindungan Anak mendata mereka yang yatim atau piatu akibat Covid-19 untuk penyaluran bantuan, dan lain sebagainya. Sehingga kunci kita di 2021 adalah kolaborasi sesuai dengan gandeng-gendong," ucapnya.

Perlahan-lahan dengan optimalnya penanganan Covid-19, status level PPKM di DIY secara umum dan Kota Jogja secara khusus menurun. Dampaknya roda dan aktivitas ekonomi kembali menggeliat. Meski demikian upaya pengendalian terhadap mobilitas maupun protokol kesehatan tetap dilaksanakan. Misalnya saja terkait dengan skema satu pintu masuk bagi bus wisata dan penerapan sugeng rawuh bagi wisatawan yang datang ke Malioboro.

"Selama 3 bulan ini sudah terlihat cukup drastis bahkan pertumbuhan ekonomi tertinggi dan dibuktikan dengan peningkatan UMKM kenaikan paling tinggi di Kota Jogja. Ini tentu prestasi yang dicapai bersama oleh seluruh masyarakat karena konsistensi kita dalam menjadikan pandemi sebagai upaya bangkit dengan taat prokes. Semua kegiatan apapun kuncinya ialah prokes harus dijalankan dengan baik," kata dia.

Sementara, upaya skrining, pelacakan dan pengetesan Covid-19 kepada warga juga terus digencarkan. Dengan skrining yang maksimal diharapkan ada upaya pelapis untuk menjaring warga demi mencegah penyebaran Covid-19 meluas. Selain itu, upaya tersebut juga sebagai pengingat bagi wisatawan atau warga setempat agar tetap berhati-hati di masa pandemi seperti sekarang.

"Makanya tahun 2021 ini kalau kita mampu menahan terus kondisi kasus seperti sekarang ini maka pemulihan ekonomi, kegiatan masyarakat dan lain sebagainya akan kembali ke seperti semula dengan catatan semua konsisten menjalankan prokes," katanya. (ADV)