Area Parkir Stasiun Tugu Jogja Makin Luas, Sejumlah Kios Warga Dibongkar

Pekerja membongkar bangunan kios yang terdapat di Jalan Pasar Kembang belum lama ini. PT KAI Daop 6 Jogja berencana membangun areal parkir dan kawasan pedestrian di lokasi itu sebagai bagian dari penataan kawasan sumbu filosofis - Harian Jogja/Yosef Leon
13 Desember 2021 16:47 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- PT. KAI Daop 6 Jogja membongkar sebanyak 30-an unit bangunan kios yang berada di Jalan Pasar Kembang. Pembongkaran sejumlah bangunan itu disebut nantinya akan difungsikan untuk membangun area parkir dan pedestrian baru sebagai pendukung kawasan Malioboro sebagai sumbu filosofis.

Manajer Humas PT. KAI Daop 6 Jogja, Supriyanto menyatakan, pada tahap awal pihaknya telah menjalin komunikasi dengan para pemilik kios yang menempati sejumlah bangunan itu. Ia menyebut, beberapa pemilik kios bahkan membongkar sendiri bangunan miliknya karena memang telah mengetahui rencana penataan itu sejak lama.

"KAI telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi DIY, Pemkot Jogja, serta kewilayahan untuk percepatan penambahan fasilitas layanan penumpang di daerah itu," kata Supriyanto, Senin (13/12/2021).

BACA JUGA: Nataru, Kemenhub & TNI-Polri Sediakan Fasilitas Vaksinasi dan Tes Antigen

Ia menyebut, lahan tersebut berstatus sebagai Sultan Ground yang izin kelolanya dipegang oleh KAI. Pemilik kios sebelumnya juga mendapatkan izin penggunaan oleh pihaknya dalam memanfaatkan lahan itu. Penataan ini disebut dia juga merupakan bagian dari perluasan layanan KAI seiring dengan adanya layanan kereta bandara dan KRL.

"Nantinya akan dibuat penataan dan penambahan area pelayanan parkir penumpang. Mengingat saat ini bertambahnya perjalanan kereta di stasiun Jogja, seperti adanya kereta bandara YIA, KRL, dan KA Prameks," ujarnya.

Supriyanto menyebut, pembongkaran bangunan itu sekaligus pula sebagai penataan kawasan sumbu filosofis dan pendukung kawasan Malioboro. Sebab, penataan itu nantinya juga bakal membangun area pedestrian bagi pejalan kaki seperti penataan di kawasan Jalan Pasar Kembang sebelumnya.

"Termasuk pendestrian untuk jalan masyarakat, mengingat stasiun Jogja juga berdekatan dengan pusat wisata Malioboro. Akan kita optimalkan dan secepatnya agar bisa digunakan ke depan. Saat ini masih tahap pembongkaran dan mungkin tahun depan sudah bisa selesai," katanya.

Kepala Bappeda Kota Jogja, Agus Tri Haryono menyebut, pembongkaran sejumlah kios di Jalan Pasar Kembang itu merupakan lanjutan proyek pembangunan pedestrian di kawasan stasiun Tugu. Pihaknya memberikan ganti rugi sebanyak Rp250.000 per meter kepada pengguna lahan yang kiosnya dibongkar.

"Itu bagian lanjutan dari penataan kawasan stasiun Tugu pada 2017 lalu. Intinya kita ingin agar kawasan penataan yang lalu itu diperluas sampai ke kawasan yang sekarang dibongkar. Ada penggantian sebanyak Rp250 ribu per meter kepada pengguna lahan. Mereka kan sebagai pengguna yang menempati kios-kios itu. Ini juga sebagai bagian dari pendukung sistem giratori di Malioboro. Konsepnya sama nanti akan dibangun kawasan pedestrian dan juga area parkir seperti yang sebelumnya," ungkap Agus.