Advertisement

Ini Penyebab Suhu di Jogja Gerah Beberapa Hari Ini

Jumali
Senin, 13 Desember 2021 - 18:47 WIB
Bhekti Suryani
Ini Penyebab Suhu di Jogja Gerah Beberapa Hari Ini Ilustrasi cuaca panas. - REUTERS/Issei Kato

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA- Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta mengungkapkan ada peningkatan suhu di Kota Jogja dan sejumlah wilayah penyangga. Hal ini ada kaitannya dengan banyaknya alih fungsi lahan dan efek rumah kaca, meski diklaim kaitan itu tidak secara langsung.

"Jadi tidak secara langsung. Untuk wilayah yang pembangunannya yang pesat, juga akan berdampak pada potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Indah Retno Wulan, Senin (13/12/2021).

Sementara terkait dengan data suhu di Kota Jogja, Indah mengakui dalam beberapa hari terakhir berada di sekitar 30 derajat celsius. Suhu ini tidak hanya berkaitan dengan alih fungsi lahan dan efek rumah kaca, tapi juga dikarenakan adanya palung bertekanan rendah yang menyebabkan gangguan cuaca selama lima hari kedepan.

"Palung ini memanjang dari selatan Pulau Sumatra, Pulau Jawa hingga Pulau Bali. Ini yang menyebabkan berpotensi hujan sedang. Terutama wilayah DIY dibagian utara dan beberapa wilayah bagian selatan. Selain itu menyebabkan masyarakat merasakan gerah dan pegap. Inilah yang dinilai oleh masyarakat cukup mengganggu," jelasnya.

BACA JUGA: Nani Kasus Satai Beracun Divonis 16 Tahun Penjara

Indah menilai kondisi ini sejatinya wajar, selama musim penghujan masih seperti itu. Sehingga sore atau malam hari potensi hujannya cukup tinggi. Sementara disinggung mengenai potensi palung menjadi bibit siklon, Indah mengungkapkan jika tekanan rendah dari adanya palung ini berada dibawah 1.000 Hpa, akan menjadi bibit siklon.

"Dan palung tekanan rendah ini akan bertahan 5 hari ke depan. Efek lain dari keberadaan palung ini membuat gelombang tinggi 3,5 meter. Bahkan tiga hari ke depan gelombang tinggi lebih dari 3,5 meter. Ini harus diwaspadai semua pihak," katanya.

Indah mengungkapkan, sejatinya puncak hujan baru akan terjadi Januari 2022. Apalagi nanti akan ada Lanina. "Untuk itu perlu perhatian lebih ke daerah rawan genangan untuk segera dilakukan perbaikan drainasenya," jelasnya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Indonesia Ternyata Produsen Sarang Burung Walet Terbesar di Dunia

News
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 18:47 WIB

Advertisement

alt

3 Rekomendasi Glamcamp Seru di Jogja

Wisata
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement