Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Kabut tebal terlihat di puncak Gunung Merapi dari kawasan Klangon, Glagaharjo, Sleman, Kamis (23/9/2021)./Harian Jogja-Galih Eko Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Beberapa jalur evakuasi Gunung Merapi tidak terpelihara dengan baik. Beberapa ruas jalan masih dilalui truk penambang pasir. Beberapa jalur juga masih sempit.
Kepala Seksi Mitigasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Joko Lelono, menjelaskan kondisi jalur evakuasi Merapi masih bagus.
BACA JUGA: Para Lurah di Gunungkidul Protes, Dana Desa Dianggap Hanya Numpang Lewat
“Tetapi yang belum terpelihara dengan baik itu yang dari Kopi Merapi ke bawah sampai Plosokerep. Kalau jalur alternatif naik sampai di Huntap Plosokerep itu sudah bagus, sudah cor. Tapi yang ke atas kan masih aspal dan untuk lewat truk jadi akhirnya agak rusak. Terus dari perempatan Plosokerep ke utara sampai Kopi Merapi itu parah,” ujarnya, Rabu (15/12).
BPBD menunggu Peraturan Bupati Sleman tentang Jalur Evakuasi. Ia berharap tahun depan sudah bisa dimulai pemeliharaan dengan menggunakan dana stimulan.
Di sisi timur tepatnya di ruas Kikis, banyak aspal yang terkelupas karena dipakai untuk jalur tambang dari Klaten, Jawa Tengah.
Sementara jalur dari Watu Gede sampai Klangon dalam kondisi bagus tetapi masih digunakan truk. “Nanti kalau memang ada peringatan untuk darurat otomatis semua akan dihentikan dan itu akan dipakai untuk jalur evakuasi,” ungkapnya.
Selain kurang terpelihara dan dilewati truk, beberapa ruas jalur evakuasi masih terhitung sempit. “Dari Turgo ke bawah, Turgo, Tritis, Ngandong, kondisinya sebetulnya baik tapi sempit. Jadi nanti kalau ke Ngandong itu posisinya akan dua jalur,” ungkapnya.
Jalur evakuasi Turgo, Ngandong, Tritis sampai ke arah jalur alternatif ke Pakem akan dilebarkan tahun depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Angkatan kerja penduduk asli Kota Jogja diprediksi menurun pada 2030–2040. Lulusan berpendidikan tinggi cenderung mencari kerja di luar daerah.
Menperin Muhammad Sarmuji menilai kewajiban sertifikasi halal 2026 menjadi peluang meningkatkan kualitas produk dan daya saing industri nasional.
DPMPTSP Sleman menggelar Forum Konsultasi Publik untuk menyempurnakan standar pelayanan inklusif bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan.
Penanganan stunting perlu melibatkan berbagai sektor, mulai dari kesehatan, kemiskinan, pola asuh, hingga lingkungan. DPAD DIY dan DPRD DIY mendorong peningkata
Kemenhub menegaskan Zero ODOL berlaku 1 Januari 2027 tanpa toleransi. Sistem WIM, Ferizy, dan ETLE HUB disiapkan untuk menertibkan truk.