Cerita Vaksinasi Warga yang Tertunda karena Faktor Kesehatan

Pelaksanaan vaksinasi massal untuk pencegahan Covid-19. - Ist.
18 Desember 2021 20:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Hiruk pikuk aktivitas vaksinasi untuk mencegah Covid-19 nyaris berjalan selama delapan bulan terakhir. Sebagian besar masyarakat memiliki kepedulian untuk divaksin, selain karena ingin terhindar dari virus corona, vaksinasi juga menjadi sejumlah syarat perjalanan. Kini nyaris sebagian besar warga telah divaksinasi.

Akan tetapi masih ada warga yang sampai saat ini berjuang untuk dapat divaksin namun terkendala karena faktor kesehatan. Contohnya karena tensi tinggi, gula darah tidak normal serta penyakit komorbid lainnya.

Panitia penyelenggara vaksinasi pun kerap menemukan cerita tersebut seperti yang dialami Muhajir Kabag Kesra Kalurahan Banyuraden, Gamping, Sleman yang juga sebagai Satgas Covid-19 di wilayahnya. Di Kalurahan ini menyelenggarakan vaksinasi massal keempat kalinya pada Sabtu (18/12/2021).

Ia mengungkap persentase warga yang sudah divaksin di kalurahannya telah di atas 70%. Warga yang belum divaksina rata-rata karena terkendala faktor kesehatan sehingga tidak memenuhi syarat secara medis untuk dapat disuntik vaksin.  Ia banyak menemukan warga yang datang berkali-kali namun harus ditunda karena tidak memenuhi syarat secara medis.

“Ada yang sudah berusaha datang vaksinasi tiga, empat kali belum bisa divaksin karena tensinya tinggi, termasuk Pak RT tempat saya, sekarang ini datang vaksinasi lagi yang keempat kalinya. Sebenarnya semangat warga itu tinggi, apalagi kasus Covid-19 di wilayah kami dulunya cukup tinggi, sehingga meningkatkan kesadaran vaksin,” katanya.

Bahkan ia beberapa kali menemukan warga yang rela menunggu di tempat duduk antrean selama berjam-jam hanya untuk berusaha menurunkan tensi. “Yang terakhir kali, ada warga yang duduk dari pagi sampai jam 10, awalnya kami mengira belum dipanggil, tetapi ternyata menunggu agar tensinya turun, tetapi karena turunnya hanya sedikit akhirnya dijadwalkan ulang,” katanya.

Koordinator Vaksinasi Sleman Binda DIY, Adi Riyanto mengatakan dalam berbagai kesempatan vaksinasi di berbagai kalurahan, timnya memang sering menemukan warga dengan tensi tinggi dana sejenisnya terutama dari kalangan lansia. Sehingga belum bisa diberikan vaksinasi, hal ini biasanya dijadwalkan ulang pada vaksinasi berikutnya. Jika mobilitasnya terkendala fisik timnya memberikan layanan mendatangi rumah warga.

Saat ini pemerintah terus mengupayakan ketersediaan vaksin untuk terus mengejar peningkatan capaian persentase vaksinasi dosis pertama dan kedua.

“Ketersediaan vaksin terus diupayakan pemerintah, baik lewat skema multilateral maupun bilateral agar stoknya mencukupi. Kami berharap capaiannya bisa 100 persen dan mengimbau warga agar tidak pilih-pilih vaksin karena semua sebenarnya sama,” ujarnya.

Adapun vaksinasi massal di Banyuraden, Gamping, Sleman sebanyak 376 orang pada dosis kedua dan tercatat 119 orang vaksinasi dosis pertama. Selain itu memberikan layanan kepada warga yang datang meski belum mendaftar sebelumnya. Hal ini untuk memudahkan masyarakat agar segera mendapatkan vaksinasi.