Vaksinasi Anak Jadi Berpeluang Tambah Kuota PTM 

Foto ilustrasi suasana PTM. - Harian Jogja/Sirojul Khafid
19 Desember 2021 17:17 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja mengungkapkan program vaksinasi anak usia 6-11 tahun yang baru saja digelar pekan ini bisa menjadi peluang bagi penambahan kuota murid yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Sebab, keikutsertaan anak dalam program vaksin akan menjadi bekal penting dalam membentuk kekebalan imun tubuh dan mencegah terjadinya sebaran Covid-19. 

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja, Budi Asrori mengatakan, pihaknya berharap keikutsertaan anak dalam program vaksinasi bisa maksimal sebagai bagian dari program pemerintah. Di lain hal, menurut Budi program vaksin menjadi bagian penting bagi pihaknya untuk mengkaji pemambahan kuota bagi murid yang ikut dalam pembelajaran langsung atau PTM. 

"Nanti akan coba kita optimalkan PTM-nya, karena sekarang kan masih 30 persen murid yang masuk dan nanti akan kita sesuaikan lagi misalnya 50 persen," kata Budi, Minggu (19/12/2021). 

Hanya saja, menurut Budi penambahan kuota murid yang mengikuti PTM itu tentunya perlu diikuti dengan kajian yang matang. Misalnya berkaitan dengan izin orang tua, kesuksesan program vaksin anak, atau penegakan protokol kesehatan oleh murid saat di sekolah. Dia menilai, program vaksin hanya salah satu syarat dalam pencegahan Covid-19, artinya anak yang telah divaksin juga tetap perlu waspada dengan aturan protokol kesehatan yang berlaku. 

"Sambil tentunya kita juga melihat bagaimana hasil pemantauan kondisi dan evaluasi saat PTM selama ini dilaksanakan," katanya.

Hal lain yang menguatkan pihaknya dalam mengkaji penambahan kuota murid adalah tingkat positivity rate di sekolah. Sejak PTM bagi murid kelas VI dan jenjang SMP dilaksanakan, Budi mengklaim bahwa angka positivity rate di sekolah sangat minim. Hal ini menunjukkan bahwa kecenderungan penularan di sekolah kecil meski belakangan ada temuan kasus Covid-19 di sejumlah sekolah. 

"Program kita untuk surveilans aktif juga akan terus berjalan dan memang kita juga positivity rate-nya masih rendah di sekitar dua persen, pastinya bisa jadi pertimbangan, dengan catatan memang sudah bagus prokesnya," ujarnya. 

Diketahui, program vaksinasi anak usia 6-11 tahun sudah mulai bergulir di Kota Jogja. Dinas Kesehatan setempat selaku pelaksana ditargetkan mampu memvaksin sebanyak 39.000 anak. Sementara berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja, ada sebanyak 41.000 anak yang menjadi target vaksinasi. 

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta Dedi Budiono mengatakan sudah menyerahkan data siswa 6-11 tahun dari seluruh sekolah di Kota Jogja yang akan menjadi sasaran vaksinasi. "Awalnya ada sekitar 42.000 anak dari kelas 1 sampai kelas 6. Tetapi, ada beberapa anak kelas 6 yang sudah memenuhi syarat vaksin karena berusia 12 tahun. Makanya, datanya dimungkinkan berkurang," katanya. 

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi menyebut, ketersediaan vaksin hingga saat ini masih tercukupi. Dinkes setempat mencatat masih terdapat sekitar 31 ribu dosis vaksin yang tersimpan di gudang kesehatan pada pertengahan Desember ini untuk jenis Sinovac. 

"Jadi masih cukup vaksinnya untuk anak-anak dulu. Masa kadaluarsanya juga masih lama. Kami sambil menunggu alokasi vaksin dari pusat jika nanti kurang," kata Heroe.

Pelaksanaan vaksinasi anak 6-11 tahun bisa digelar di sekolah masing-masing. Selain itu petugas kesehatan yang akan membantu adalah dari Puskesmas yang mengampu sekolah di masing-masing wilayah, sehingga penyelesaiannya bisa lebih cepat.