Bantu Tangani Bencana Semeru, 10 Sukarelawan PMI DIY Dapat Penghargaan

Sepuluh sukarelawan Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) yang ditugaskan membantu penanganan bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru menerima penghargaan pada acara Orientasi Kepalangmerahan Kepengurusan PMI DIY masa bakti 2021-2026, di Kaliurang, Sleman, Minggu (19/12/2021). - Istimewa
20 Desember 2021 06:27 WIB Media Digital Jogja Share :

JOGJA - Sepuluh sukarelawan Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) yang ditugaskan membantu penanganan bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru menerima penghargaan pada acara Orientasi Kepalangmerahan Kepengurusan PMI DIY masa bakti 2021-2026, di Kaliurang, Sleman, Minggu (19/12/2021).

Ketua PMI DIY, GBPH Prabukusumo menuturkan, “Kita memberikan apresiasi kepada mereka yang telah membantu penanganan dampak APG Gunung Semeru. Mereka kami tugaskan selama tujuh hari di sana. Mereka dari unsur Relawan PMI Kabupaten/Kota se-DIY yang memiliki keterampilan khusus sebagai tim water, sanitation, and hygiene (WASH) seklaigus tugas khusus membantu membersihkan abu vulkanik pada fasilitas publik”.

GBPH Prabukusumo berharap penghargaan tersebut akan menginspirasi lebih banyak orang tentang kepedulian, tentang kemanusiaan. Relawan bekerja dengan sukarela membantu sesama yang membutuhkan.

Selain memberikan penghargaan kepada Relawan, PMI DIY juga melantik Koordinator Forum Relawan PMI DIY. “Relawan adalah garda terdepan kerja-kerja kemanusiaan. Kita berikan wadah untuk mereka berekspresi, mengembangkan kapasitas. PMI DIY ke depan harus tetap bekerja secara profesional, efektif dan efisien dalam melayanai masyarakat”, tutur Gusti Prabu, sapaan akrab Ketua PMI DIY.

Hal senada juga disampaikan Sudirman Said, Sekretaris Jenderal PMI Pusat yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, “Kami mengapresiasi atas kinerja Relawan PMI yang telah membantu tugas-tugas kemanusiaan. Dalam melayani masyarakat, saya berharap PMI tetap harus mengedepankan akuntabilitas dan profesionalitas, maka saya juga berharap PMI DIY bisa menjadi pelopor untuk melatih personel PMI. Keterampilan dan pengetahuan Relawan perlu untuk terus ditingkatkan”.

Menurut Sudirman, ke depan, ada sejumlah tantangan yang akan dihadapi oleh PMI dalam kerja-kerja kemanusiaan. “Di tengah lingkungan sosial, politik yang cepat berubah, kerja-kerja kemanusiaan harus mempunyai sensitivitas tinggi. Saya berharap PMI ke depan tetap harus mengedapankan akuntabilitas di antaranya jujur, efektif dan efisien”, jelas Sudirman Said.

Pada hari yang sama PMI DIY juga mendistribusikan logistik mendukung pelayanan PMI Kabupaten/Kota di antaranya adalah jas hujan, jaket relawan, wearpack, antigen, serta kaos PMI.

Kegiatan Orientasi Kepalangmerahan merupakan amanah organisasi untuk memberikan bekal pengetahuan kepada Kepengurusan PMI DIY dalam menjalankan roda organisasi sesuai dengan mandat PMI. Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepengurusan PMI DIY masa bakti 2021-2026 dan perwakilan PMI Kabupaten/Kota se-DIY. Selain menghadirkan Sudirman Said, Sekjend PMI Pusat, juga menghadirkan Fery Mursyidan Baldan, Anggota Bidang Organisasi PMI Pusat. (*)