ASN Memayu, Upaya Melayani dengan Empati

Kepala BKD DIY Amin Purwani sedang menunjukkan prototipe aplikasi ASN Memayu di Kantor BPD DIY, Tegalrejo, Jogja, Senin (20/12/2021). - Harian Jogja
21 Desember 2021 00:37 WIB Media Digital Jogja Share :

JOGJA—Aparatur sipil negara (ASN) bukan sekadar kerumunan pekerja kantoran, tetapi insan peradaban yang sarat empati. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY, Amin Purwani mengatakan, perlu adanya perubahan pola pikir, apabila ASN merupakan orang yang melayani, bukan justru dilayani.

"Perlu pengubahan paradigma. Dari pangreh projo menjadi pamong praja, dari abdi negara ke abdi masyarakat, dari dilayani menjadi melayani," kata Amin, Senin (20/12/2021).

Pelayanan pada masyarakat yang maksimal bermula dari sistem internal yang tertata, termasuk sistem kepegawaian. Sejak merilis Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (Simpeg) pertama pada 2006, kini BKD DIY memperbaharui Simpeg 2 dengan berbagai inovasinya. Salah satu pembaharuan berupa ASN Memayu.

Selain adanya logo baru, ASN Memayu juga memaksimalkan peran teknologi untuk mengintegrasikan data dan urusan kepegawaian. "ASN Memayu bagian dari orkestrasi pengelolaan menagemen kepegawaian, mulai dari sistem keuangan, naik pangkat, pensiun, absen, sampai pengembangan pegawai. Tidak hanya dalam bentuk website, tapi juga akan tersedia dalam aplikasi yang bisa diakses melalui ponsel," kata Amin.

Telah soft launching pada 8 November 2021 lalu, ASN Memayu dalam proses kerja sama dengan Bank BPD DIY dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dengan Bank BPD DIY, akan ada terobosan affinity card atau kartu debet yang tergabung dengan kartu identitas ASN. Selain menjadi ruang gaji ASN, kartu ini bisa untuk transaksi lain seperti transfer antar bank, pembelian tiket pesawat, bayar listrik, dan lainnya. Saat ini masih dalam kepengurusan di Bank Indonesia.

Untuk kerja sama dengan BKN, tujuannya mengintegrasikan data dan sistem antara pusat dan daerah. "Semua ini bermuara pada upaya data yang update secara real time, akurat, dan fitur yang user friendly, gampang akses. Agar nantinya bisa sesuai tagline ASN Memayu yaitu Gampil Akses, Gampil Proses, Gampil Sukses," kata Amin.

Targetnya, launching dan penggunaan ASN Memayu berlangsung pada awal 2022. Harapannya, segala urusan kepegawaian berada dalam satu naungan yang lebih mudah. Sehingga energi ASN bisa lebih maksimal melayani masyarakat.

BKD DIY Raih WBK

ASN Memayu ke depannya menjadi penguat sistem kepegawaian yang akuntabel, integrasi, dan transparansi. Hal ini sebagai bagian dari pewujudan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). BKD DIY pada 20 Desember 2021 mendapatkan WBK dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Selain BKD DIY, ada tiga satuan kerja lain di lingkungan DIY yang mendapatkan WBK, yaitu Samsat Kota Jogja, Samsat Kulonprogo, dan Balaiyanpus. BKD DIY satu-satunya yang berasal dari tingkat organisasi perangkat daerah.

"BKD DIY pertama kali ikut WBK. Bukan daftar tapi dipilih oleh inspektorat. Persiapan sejak awal tahun," kata Amin. "Namun sebenarnya penghargaan hanya bonus, yang lebih penting adalah komitmen. Komitmen yang dibangun bersama stakeholder lainnya nantinya bisa menghasilkan hal-hal positif."

Penghargaan ini juga sebagai penguat tiga penghargaan dari BKN sebelumnya, salah satunya tentang transparansi pengadaan pegawai. (*)