Sejumlah Sekolah di DIY Terapkan Uji Coba Kurikulum Baru

Foto ilustrasi: Belajar di rumah. - Antarafoto/Iggoy el Fitra
21 Desember 2021 17:07 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY memastikan telah menerapkan kurikulum prototipe 2022 ke 5 sekolah penggerak tingkat SMA di Gunungkidul. Kelima sekolah tersebut mulai menggunakan kurikulum prototipe sejak Juli 2021.

"Sementara memang dimulai untuk lima sekolah penggerak di Gunungkidul," kata Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya, Selasa (21/12).

BACA JUGA : Kurikulum Baru 2022, Kelas X SMK Sudah Bisa Ikut Magang?

Didik mengungkapkan, pemilihan lima sekolah penggerak di Gunungkidul itu sesuai dengan kesepakatan antara jawatannya dengan Disdikpora kabupaten dan kota se-DIY. Untuk total sekolah penggerak di DIY, Didik menyatakan ada sebanyak 35 sekolah dari berbagai tingkatan.

Adapun rinciannya, tujuh dari Taman Kanak-kanan (TK), lima SMP, lima SMA sederajat, enam SLB dan 13 SD. "Semua di Gunungkidul," terang Didik.

Menurut Didik, sampai saat ini tidak ada kendala terkait penerapan kurikulum prototipe di kelas X untuk lima sekolah tingkat SMA sederajat, sejak diberlakukan Juli lalu.

Dikatakannya, kurikulum prototipe dirancang untuk memberi ruang lebih banyak bagi pengembangan karakter dan kompetensi siswa. Di jenjang SMA, sambungnya, hal ini berarti memberi kesempatan pada siswa untuk menekuni minatnya secara lebih fleksibel.

"Untuk penilaian sama diserahkan ke guru masing-masing. Asestmen kan tidak semua siswa. Hanya 45 siswa per sekolah," jelasnya.

Menurut Didik, ke depan konsep sekolah penggerak akan semakin bertambah. Karena saat ini seleksi sekolah penggerak juga masih dilakukan. "Untuk ke depan, pengembangan ini akan dilakukan di Bantul dan kota," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Anindito Aditomo mengatakan, sekolah dapat menggunakan kurikulum tersebut sebagai alat untuk melakukan transformasi pembelajaran.

BACA JUGA : Program Nadiem 2022: Seleksi PPPK hingga Kurikulum Baru

Kurikulum ini dirancang untuk memberi ruang lebih banyak bagi pengembangan karakter dan kompetensi siswa. Di jenjang SMA, sambungnya, hal ini berarti memberi kesempatan pada siswa untuk menekuni minatnya secara lebih fleksibel.