Bantah Malioboro Los Dol saat Tahun Baru, Pemkot: Titik Nol Dipagari

Suasana di Jalan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (5/9/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
23 Desember 2021 17:57 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja memastikan bahwa pengamanan dan pengendalian pengunjung di kawasan Malioboro bakal tetap dilakukan meski kawasan itu dibuka penuh pada malam pergantian tahun nanti.

Pengendalian yang dimaksud yakni dengan melakukan penutupan di area Titik Nol Kilometer, menerjunkan petugas serta rekayasa lalu lintas di seputaran area Malioboro.

"Tidak ditutup kan bukan berarti bebas, kawasan Malioboro tetap akan dikendalikan. Seperti titik Tugu, Teteg, Nol KM juga tidak boleh ada perayaan. Kita tidak ada perayaan yang sampai hingar bingar, tidak ada," kata Walikota Jogja, Haryadi Suyuti, Kamis (23/12/2021).

Dia menyebut, pihaknya telah memutuskan untuk kembali memagari kawasan Nol KM guna mencegah terjadinya kerumunan pada masa Natal dan malam Tahun Baru nanti. Meski kebijakan ini tidak populer dan memicu pro dan kontra di masyarakat, hal ini mesti ditempuh guna memberikan rasa aman kepada semua pihak.

BACA JUGA: Cegah Pandemi Baru dengan Konsep One Health

"Ini kita antisipasi. Kita harus berikan rasa aman dan nyaman. Walaupun itu tidak disukai masyarakat, karena ada tempat tertentu kita pagari, kerumunan kita kondisikian. Itu kan tidak disukai. Tapi itu untuk kebaikan mereka. Kita tidak punya niat selain untuk menjaga agar kita semua tetap sehat," jelas Haryadi.

Tidak hanya itu, Haryadi memastikan bahwa penegakan protokol kesehatan kepada pengunjung dan pedagang di kawasan Malioboro nantinya juga bakal dioptimalkan. Penggunaan aplikasi Sugeng Rawuh tetap dilaksanakan dengan bantuan petugas lapangan yang telah disiapkan.

"Bahkan bila diperlukan penyekatan siap kami lakukan. Jadi sifatnya situasional dan kondisional. Antisipatif saja, ini pasti akan membuat tidak nyaman, saya mohon maaf sebelumnya, karena langkah antisipati ini menimbulkan ketidaknyamanan. Tapi lebih baik yang penting sehat, daripada bebas terus banyak yang sakit," ujar dia.