Pesan Natal dari Ganjuran

Prosesi misa Natal di Gereja HKTY Ganjuran, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, Jumat (24/12/2021) petang - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
25 Desember 2021 17:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Romo Heronimus Rony Suryo Nugroho mengajak kepada semua umat Katolik untuk memperdalam semangat persaudaraan yang bukan hanya seagama namun juga dengan berbagai pihak yang beda agama, beda budaya, dan beda bahasa. Hal tersebut sesuai dengan tema Natal tahun ini, yakni Cinta Kasih Kristus Menumbuhkan Persaudaraan.

“Intinya adalah bahwa kita semua adalah saudara, siapapun juga, tidak hanya yang seagama tapi juga yang beda adagama, tidak hanya yang sebahasa tapi juga yang beda bahasa dan lain-lain. Kita itu diajak untuk menjalin persaudaraan karena kita itu tinggal di bumi yang sama, tinggal di alam yang sama, makan dari sumber yang sama dan itu jadi dasar bagi kita untuk membangun perdamaian,” kata Romo Rony, saat memimpin misa Natal di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, Bambanglipuro, Bantul, Jumat (24/12/2021).

Romo Rony berharap damai Natal bisa mengalir kepada setiap orang dan juga semakin mempererat tali persaudaraan satu sama lain, terutama dalam konteks pandemi Covid-19 ini dimana setiap orang membutuhkan saudara, membutuhkan pertolongan, “Mari jadi saudara bagi semua orang,” tegasnya.

Lebih lanjut Romo Rony mengatakan bahwa perayaan Natal kali ini merupakan kali kedua yang dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Namun kondisi pandemi tidak membuat umat tidak berdaya, namun tetap harus tegar dan waspada, di antara usahanya yakni penerapan protokol kesehatan yang optimal, sehingga umat bisa beribadah dalam kondisi sehat.

BACA JUGA: Ganjar Pranowo: Yahya Cholil Bakal Beri Energi Baru bagi NU

Romo juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak, baik Pemerintah Kabupaten, TNI-Polri, relwan dan berbagai pihak yang sudah membantu memperlancar pelaksanaan Natal dan sesuai dengan protokol kesehatan.

Dari pantauan, misa Natal yang digelar oleh Gereja HKTY Ganjuran yang dimulai pukul 17.00 WIB mulai dipadati oleh umat yang akan mengikuti misa Natal. Sebelum masuk ke dalam gereja atau pun tenda yang telah disiapkan panitia, umat kristiani wajib melakukan pengecekan suhu badan, pemeriksaan id card sebelum umat dipersilahkan masuk dalam gereja maupun ke tenda yang telah disiapkan oleh panitia.

Selain itu umat juga diwajibkan untuk melakukan scan barcode Peduli Lindungi yang sudah disiapkan oleh panitia di pintu masuk halaman gereja. Misa Natal di Gereja HKTY ganjuran digelar selama empat kali, yakni pada 24 Desember dua kali dan 25 Desember dua kali.

Tiap sesi misa jumlahnya juga dibatasi maksimal 800 orang sesuai tempat duduk yang sudah disediakan dari total kapasitas gereja dan halaman sekitar 3500 orang. Tempat duduk juga dibedakan antara jemaat paroki HKTY Ganjuran dengan peziarah atau pemudik.

Sebab untuk umat paroki Ganjuran hanya disyaratkan membawa id card yang sudah dibagikan. Sementara bagi pemudik dan peziahah diwajibkan membawa hasil rapid tes antigen yang berlaku 1x24 jam,” kata Ketua Dewan Paroki Gereja HKTY Ganjuan, Ari Setiawan.