Pria di Bantul Diduga Memperkosa Anak Kandung dan 2 Adik Ipar

Ilustrasi. - Freepik
04 Januari 2022 17:17 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Seorang pria di Pandak diduga memperkosa anak kandungnya sendiri. Tersangka kini diamankan kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Lurah di Pandak menceritakan kelakuan bejat tersangka berinisial N mulai terendus, saat sang anak melaporkan tindakan yang dialaminya kepada guru Bimbingan Konseling di sekolah. Pemerintah kalurahan yang selanjutnya mendapatkan laporan adanya kasus tersebut dari pihak sekolah sekitar awal Desember lalu. "Saya waktu mendengar pertama kali [dugaan pencabulan], sebenarnya saya geting, mangkel sekali saya itu," ujarnya pada Selasa (4/1/2021).

"Kalau itu tidak lapor pada guru BK, saya juga enggak tahu kok itu. Jadi keluarganya biasa-biasa saja, tenteram enggak ada gejolak. Sampai kakak-kakak [korban] juga enggak tahu," tambahnya.

Dari laporan sekolah itu, pemerintah kalurahan bersama RT dan Dukuh melakukan koordinasi. Didampingi Satgas PPA di Kalurahan, korban selanjutnya mendapat pendampingan di Dinsos Bantul. Warga yang mendengar isu tersebut tal kunjung tuntas, selanjutnya beramai-ramai mendatangi rumah tersangka pada Minggu (2/1/2021) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

BACA JUGA: Ribuan PKL Malioboro Dipindah Bulan Ini, Sewa Tempat Baru Digratiskan

"Baru akhir-akhir ini, suara itu semakin kencang. setelah kencang, masyarakat di situ bergolak untuk membuat skenario. Bagaimana cara menanyai bapak [tersangka] itu agar terus terang," ujarnya.

Saat dilakukan mediasi, tersangka mulanya membantah tudingan pencabulan yang disematkan pada dirinya. Sementara sang anak yang merupakan korban justru menyebutkan pernyataan ayah tersebut bohong. "Dia [tersangka] dengan anaknya saling beda pendapat. Saling mengeluarkan pendapat. Bapaknya itu katanya enggak berbuat, tapi anaknya bilang bapak itu bohong," terangnua

Setelah melalui mediasi panjang, akhirnya pelaku mengakui perbuatan jahat yang dilakukan kepada anaknya di hadapan warga. Karena situasi yang makin ramai, tersangka selanjutnya diamankan pihak kepolisian.

Dari laporan yang diterima dari pihak sekolah, tersangka disebut mencabuli korban sejak SD. Padahal sang anak kini telah duduk di bangku sekolah menengah atas sederajat.

Dia menuturkan bila tersangka pernah melakukan aksi serupa kepada dua adik ipar dari istrinya. Bahkan satu di antaranya sampai melahirkan seorang anak. Pardiyono memceritakan masyarakat sekitar marah atas tindakam tersangka, karena khawatir tersangka melakukan melakukan pencabulan kepada lebih banyak korban lagi. "Masyarakat itu terjadi ribut itu juga kan marah," ungkapnya

"Saya juga mangkel, mangkel saya itu. Sekarang bayangkan adik iparnya sudah, anaknya juga dicabuli. Saya mendengar pertama ya marah sekali," imbuhnya.

Tersangka yang sehari-hari bekerja membantu di tempat pandai besi memiliki jiwa sosial yang baik di masyarakat. Tersangka juga merupakan salah satu pengurus malam di lingkungan sekitar.

Dia berharap masyarakat bersama pemerintah kalurahan melakukan pendampingan kepada keluarga korban. "Dengan mendukung paling tidak itu jaminan makan sehari-hari itu harus bisa dijamin msayarakat sekitar. Terus mendorong anak itu untuk tetap eksis, kalau perlu nanti dicarikan pengasuh biar anak itu sekolahnya tidak putus, dia punya cita-cita juga bisa berjalan dengan lancar," tuturnya.

"Jadi masyarakat di situ saya mohon untuk bisa berpartisipasi untuk menguatkan mental anak itu dengan berbagai cara. Baik iti dengan ekonomi atau pun pendampingan dalam sehari-hari. Jangan sampai dikucilkan," tukasnya.

Kedatangan ratusan warga ke kediaman tersangka pada Minggu (2/1/2021) malam semata-mata ingin kasus yang merugikan sang anak bisa segera diselesaikan. "Langsung diinterogasi yang bersangkutan bersama keluarga. Dan pada malam itu dengan kita menguatkan keluarga, kita mendukung keluarga juga, jangan terintimidasi dengan tersangka," ujarnya.

"Sejak malam kejadian itu keluarga syok, terutama anaknya yang pertama. Itu seperti tidak tahu bapaknya itu ternyata tega sama adiknya sendiri. Akhirnya seperti ada emosi anak pertama terhadap bapaknya. Dan keluarga yang lain juga syok, akhirnya bapaknya mengakui semua yang telah diperbuat," tandasnya.

Delain menggali infromasi, pendampingan yang dilakukan Dinsos juga dilakukan untuk memulihkan kondisi mental korban. "Kemarin fokus utamanya untuk pemulihan korban," ujarnya.

Kapolsek Pandak, AKP Wartono menjelaskan saat ini kasus dilimpahkan ke Polres Bantul. Sementara itu Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bantul, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Archye Nevadha menjelaskan bila saat ini kasus pencabulan di Pandak tengah dalam tahap gelar perkara.