Pencarian Santri Korban Tenggelam di Parangtritis Dihentikan

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
05 Januari 2022 21:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Fatih Abdi Muzaki, 13, santri asal Pesantren Bumiayu yang hilang terseret ombak di Pantai Parangtritis pada 30 Desember 2021 lalu hingga Rabu (5/1/2022) atau hingga hari ketujuh pencarian masih belum ditemukan oleh tim SAR Gabungan. Dengan demikian proses pencarian resmi dihentikan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Yogyakarta Wahyu Efendi mengatakan proses pencarian oleh tim SAR Gabungan sudah dilakukan sejak hari pertama kejadian setelah mendapat informasi dari SAR Satlinmas Wilayah III Parangtritis. Segala Upaya telah dilakukan oleh SAR Gabungan untuk melakukan pencarian korban atas nama Fatih Abdi Muzaki.

“Pada Hari ini Rabu (5/1/2022) pencarian memasuki Hari ke-7 dan sampai pukul 17.00 WIB hasil pencarian masih nihil atau belum ditemukan,” kata Wahyu Efendi melalui siaran pers, Rabu (5/1/2022).

Wahyu Efendi mengatakan SAR Gabungan melakukan evaluasi dan kordinasi dengan semua pihak termasuk pihak keluarga korban yang di hadiri bapak korban serta pengurus pondok pesantren. Sesuai Undang-undang Pencarian dan Pertolongan Nomor 29 tahun 2014 Operasi SAR dilaksanakan selama tujuh hari.

BACA JUGA: Viral, Lowongan Kerja Pengasuh Boneka dengan Gaji Rp10 Juta per Bulan

Setelah tujuh hari pencarian Basarnas akan berkordinasi dengan semua unsur yang terlibat termasuk dari pihak keluarga korban untuk disampaikan proses pencarian sudah dilaksanakan selama tujuh hari dan belum ditemukan tanda-tanda ditemukannya korban.

“Pencarian akan di tutup di hari ketujuh atas persetujuan dari keluarga korban, namun apabila pada hari berikutnya korban ditemukan atau ditemukan tanda-tanda korban maka operasi dapat di buka kembali,” kata Wahyu Efendi.

Wahyu Efendi mengaku sudah maksimalkan pencarian baik personil SAR Gabungan yang terlibat maupun alat utama juga sudah turunkan. Basarnas Yogyakarta sendiri menurunkan dua Unit Jet sky, satu unit kendaraan Amphibius dan dibantu juga dengan alat utama SAR Ditpolair Polda DIY 1 unit Jet sky, satu unit jet sky dan satu perahu jukung dari Sarsatlinmas wilayah III parangtritis.

Alat utama tersebut selama tujuh hari melakukan penyisiran di laut yang tergabung di SRU Laut. Selain alat utama tersebut SAR Gabungan juga melakukan pencarian menggunakan drone dari Divisi Drone Sultan Agung Rescue untuk melakukan pencarian via udara, serta di dukung seluruh potensi SAR yang ada sehingga total SAR Gabungan dari hari pertama berjumlah kurang lebih 100 personil.

Lebih lanjut Wahyu Efendi mengatakan mesi operasi SAR Gabungan telah ditutup, namun pihaknya terus berkoorinasi dengan Ditpolair Polda DIY, SAR Satlinmas Wilayah III parangtritis, serta dari SAR Gunungkiudul dan Kulonprogo. Selain itu juga berkoordinasi dengan SAR di Pacitan, Malang, Jember, sampai Banyuwangi, mengingat arus laut dihari kejadian dan selama pencarian arus laut mengarah ke timur.

“Namun tidak menutup kemungkinan korban terbawa ke arah barat dari lokasi kejadian, jadi kami juga kordinasi dengan potensi SAR yang ada di pesisir bagian barat yaitu dari Purworejo, Kebumen sampai ke Cilacap,” tandas Wahyu Efendi.

Sebagaimana diketahui, kecelakaan laut itu berawal pada Kamis (30/12/2022) sekitar pukul 02.00 WIB, rombongan pengunjung dari pondok pesantren Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah tiba di Pantai Parangtritis Bantul, kemudian rombongan langsung beristirahat. Selanjutnya pada pukul 06.00 WIB, dua orang dari rombongan, yaitu Fatih Abdi Muzaki, dan Dani Ahwan, 15 bermain air di pantai, akan tetapi tidak lama kemudian Fatih terseret ombak ke tengah, kemudian Dani mencoba menolong, tapi malah ikut terseret.

Petugas Sarsatlinmas dan SAR Ditpolair yang sedang berpatroli langsung memberikan pertolongan. Korban Dani berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke pantai untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun korban Fatih, warga Cibitung Bekasi masih dalam pencarian SAR Gabungan.